Kesal Kerap Dimarahi Ibunya, Pelajar SD di Demak Nekat Bundir saat Kondisi Rumah Sepi

Kesal Kerap Dimarahi Ibunya, Pelajar SD di Demak Nekat Bundir saat Kondisi Rumah Sepi

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono. (Ist) --

DEMAK, diswayjateng.com - Kejadian memilukan dan sangat tidak layak ditiru oleh anak anak khususnya, mengguncang masyarakat di Kabupaten DEMAK, Jawa Tengah. Seorang bocah perempuan berinisial SA (13) harus meninggal dunia dengan kejadian yang tak wajar, pada Kamis (11/2/2026). Pelajar sekolah dasar ini mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, saat kondisi rumahnya sepi. 

Kejadian yang harus menjadi perhatian serius para orang tua yang memiliki anak anak ini, berlokasi di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Kematian bocah perempuan yang aktif menekuni olahraga bela diri Taekwondo ini, pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri.

Meninggalnya bocah ini murni karena bunuh diri, dan bukan karena unsur penganiayaan. Kepastian itu diperoleh berdasarkan keterangan dokter forensik Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang, dimana jenazah korban dilakukan visum. 

Dari hasil pemeriksaan dokter, terdapat luka yang mengindikasikan korban meninggal karena gantung diri. Selain itu, terdapat luka yang mengindikasikan korban meninggal karena gantung diri.

Diperoleh kabar sehari sebelum meninggal dunia, korban diduga sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan ibunya. Dalam percakapan tersebut berisi kata kata yang tidak layak diucapkan. 

Kabar meninggalnya bocah perempuan karena bunuh diri itu, dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono.

Iptu Anggah membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026) sore. Kala itu, ibu korban pulang ke rumah bersama adik korban usai bepergian. 

Dari rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban, kata Anggah, ibu korban tampak turun dari mobil yang dikendarainya setiba di rumah. 

"Kemudian (ibu korban) masuk ke rumah pukul 18.01 WIB. Posisi si ibunya ini masuk rumah sambil menggendong anaknya atau adik korban," ujar Anggah.

Saat berada di dalam rumah, imbuh Anggah, ibu korban kaget dan menemukan putrinya sudah dalam keadaan gantung diri.

Selanjutnya ibu korban keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada tetangganya. 

"Pada jam 18.03 WIB, ibu korban keluar rumah dan berteriak (Meminta Tolong). Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," terang Anggah kepada wartawan pada Jumat (13/2/2026). 

Selanjutnya, sejumlah tetangga yang mendengar teriakan itu segera mendatangi rumah korban. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait