Wali Kota Semarang Minta Antisipasi Ketat Usai Tewasnya Kader Pagar Nusa di Flyover Ganefo
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti meminta pengamanan diperketat usai pengeroyokan kader pagar nusa.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.com – Wali Kota SEMARANG, Agustina Wilujeng, meminta jajaran pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisipatif secara serius menyusul kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang kader Pagar Nusa Kota SEMARANG di kawasan Flyover Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota SEMARANG.
Agustina menegaskan, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa. Ia meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
“Biar teman-teman Kesbangpol dan OPD yang lain segera mengambil langkah-langkah. Proses pengeroyokan ini harus dilihat dari berbagai sudut. Kalau sudah ada fenomena pengeroyokan, kita harus mulai berpikir ke satu arah tertentu. Secara positif, kita harus waspada karena kita harus menjadi kota yang tenteram dan damai,” ujar Agustina kepada Disway jateng, Selasa, 30 Desember 2025.
Ia menambahkan, pemerintah berharap segera ada tindakan nyata yang mampu menenangkan seluruh pihak dan memulihkan rasa aman di masyarakat.
BACA JUGA:Kasus Pengeroyokan Remaja,Polres Demak Pastikan Pengembangan Berlanjut
BACA JUGA:Ketua Pagar Nusa Jateng Minta Anggota Tahan Diri, Kasus Pengeroyokan Remaja di Demak Diproses Hukum
Agustina juga menyoroti waktu kejadian yang bertepatan dengan masa libur sekolah. Menurutnya, meningkatnya aktivitas remaja di ruang publik saat liburan perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Kejadian-kejadiannya kan pas liburan sekolah. Nanti akan dipastikan dan dirapatkan bersama, termasuk dari Pak PJ, supaya ada antisipasi. Ini kan banyak orang yang gabut,” katanya.
Lebih lanjut, Agustina mendorong adanya koordinasi lintas wilayah antara Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Demak, serta aparat kepolisian. Upaya pencegahan dinilai penting dilakukan melalui patroli rutin, pengawasan di titik-titik rawan, serta edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat dini hari, 26 Desember 2025, di kawasan Flyover Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Korban diketahui bernama Muhammad Bimo Saputra (17), seorang pelajar asal Kota Semarang yang merupakan kader Pagar Nusa.
BACA JUGA:Kasus Pengeroyokan Mranggen, Kasat Reskrim: Ini Murni Tindak Kekerasan
BACA JUGA:Kuasa Hukum Pagar Nusa Desak Penuntasan Kasus Pengeroyokan di Demak
Informasi yang beredar menyebutkan, korban saat itu melintas di sekitar lokasi yang tengah ramai akibat dugaan aktivitas balap liar. Dalam situasi tersebut, korban diduga dituduh sebagai bagian dari kelompok tertentu yang disebut sebagai “gangster”, sehingga memicu kejar-kejaran dan berujung pada aksi pengeroyokan oleh sejumlah orang.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai perhatian publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
