Talud Sungai Banjar Timur Ambrol, Camat Semarang Selatan Minta Segera Normalisasi

Minggu 13-04-2025,15:22 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

SEMARANG, diswayjateng.id - Kondisi talud singai Banjar Timur yang berada di wilayan Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang membuat sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai resah.

Pasalnya talud sungai Banjar Timur mulai retak dan ditumbuhi semak belukar, ditambah lagi beberapa talud mengalami ambrol dan longsor.

Camat Ronny mengungkapkan, sebelumnya dulunya pernah terjadi retakan di sisi barat atau di wilayah Peterongan. Sehingga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang segera menangani.

Kendati demikian, talut yang retak di wilayah Lamper Lor merupakan hal baru. Apalagi sebelumnya, terdapat pohon tumbang dan musim hujan yang terjadi. "Karena talut itu sudah lama, apalagi debit air luar biasa ditambah pohon tumbang," ujarnya.

BACA JUGA:Talud Sungai Gelis Kudus Ambrol, Rumah Warga Kudus Terancam Longsor

BACA JUGA:Langenan Ban: Tradisi Unik Syawalan di Batang, Ajak Warga Lomba Dayung di Sungai Irigasi

Atas kejadian itu, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk memperbaiki talut tersebut. "Kami bergerak cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait," jelasnya.

Sementara keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang keberadaannya sudah lama, pihaknya berharap Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk menata ulang. 

"Sehingga setelah DPU memperbaiki talut, Dinas Perdagangan menata PKL biar tertata rapi," harapnya.

Ia berharap normalisasi Sungai BKT wilayah Semarang Selatan segera dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. 

"Karena di wilayah Semarang Timur dan Gayamsari sudah dilakukan perbaikan, nah, tinggal di Semarang Selatan belum tertangani," harapnya

Pada berita sebelumnya, Pujo, salah satu pedagang yang sudah 10 tahun berjualan di atas bantaran sungai menyampaikan permukaan tanah mengalami penurunan, sehingga tergerus dari bawah. 

"Air dari bawah menggerong, sehingga pondasi tidak kuat lagi, sudah longsor, karena tergerus, dan amblas," ujarnya, Selasa, 8 April 2025.

Saat ditemui wartawan diswayjateng.id, Pujo bersama tiga temannya tengah membersihkan perabotannya, seperti etalase dan barang dagangannya di lapaknya.

Ia mengaku bersama pedagang lainnya masih berupaya memperbaiki lapak miliknya yang berada di jalan Kanal agar tidak ikut amblas karena arus sungai.

Kategori :