Tanggul Sungai Waridin Jebol, Banjir Rendam 695 Rumah di Kendal, 1 Warga Meninggal

Tanggul Sungai Waridin Jebol, Banjir Rendam 695 Rumah di Kendal, 1 Warga Meninggal

Banjir di wilayah Desa Kebondalem, Kecamatan Brangsong Kendal karena tanggal sungai Waridin jebol , Jumat 16 Januari 2026-Istimewa/ Umar Dani -

KENDAL, diswayjateng.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal sejak Kamis malam mengakibatkan tanggul Sungai Waridin jebol. 

Peristiwa tersebut memicu banjir besar yang menerjang wilayah Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong, merendam ratusan rumah warga serta menelan satu korban jiwa.

Limpasan air sungai datang secara tiba-tiba dan menerjang dua desa di sisi timur dan barat Sungai Waridin.

 Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan sejumlah bangunan warga rusak parah. Banjir mulai terjadi selepas salat Isya dan berlangsung selama beberapa jam.

Di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, air Sungai Waridin meluap deras melalui portal sungai dan langsung menggenangi rumah warga. 

Dalam waktu singkat, ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan bertahan lebih dari empat jam sebelum berangsur surut.

Derasnya arus banjir menghantam rumah dan warung milik Solikin, warga RT 2 RW 1 Desa Kumpulrejo.

 Akibatnya, dinding rumah bolong dan bangunan warung nyaris roboh. Solikin bersama istri dan anaknya terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri.

“Tanggul sungai di sekitar rumah saya tergerus sekitar 50 sentimeter dengan lebar hampir satu meter. Kejadiannya selepas Isya, airnya sangat deras,” ujar Solikin, Jumat (16/1/2026).

Sementara itu, di sisi barat Sungai Waridin, banjir juga merendam ratusan rumah warga Desa Kebondalem, Kecamatan Brangsong.

 Kepala Desa Kebondalem, Bisri, menyebut sedikitnya 695 rumah tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.

“Sebagian besar rumah warga terendam. Hanya satu dua rumah yang bangunannya ditinggikan dan tidak kebanjiran,” kata Bisri.

Banjir di Desa Kebondalem diperparah oleh kiriman air dari wilayah selatan. Banyak warga terpaksa mengungsi semalaman, sementara proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan BPBD dan Polres Kendal.

Di tengah proses evakuasi, satu warga Desa Kebondalem dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait