SALATIGA, diswayjateng.id - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga Yuni Ambarwati, S,H, menyebutkan baru 2 orang pria bersedia jalani Vasektomi atau program KB MOP.
Sementara, DP3APPKB Kota Salatiga tahun 2025 ini menargetkan 22 orang bersedia menjalankan program KB MOP ini.
Hal ini dilontarkan Yuni Ambarawati saat blusukan ke pasar tradisional Cengek, Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Rabu 26 Februari 2025.
Kedatangan Yuni Ambarwati dan tim penyuluhan KB ke Pasar Cengek untuk terus mensosialisasikan program KB Metode Operasi Pria (MOP) baik ke pedagang maupun pengunjung.
BACA JUGA: Peringati HPSN 2025, DLH Adakan Apel dan Edukasi Pengolahan Sampah Organik
BACA JUGA: Operasi Penertiban Usaha Karaoke dan Lapak Miras, Satpol PP Demak Sita 221 Botol Miras
Dikatakan Yuni Ambarwati, minat kaum adam untuk melakukan program KB MOP di Salatiga masih kurang. Padahal, KB MOP atau Vasektomi adalah salah sagu jenis KB Metode Operasi Pria (MOP) dan sangat aman.
Karena, KB MOP atau vasektomi adalah metode kontrasepsi pria yang dilakukan dengan operasi pemotongan saluran sperma.
Bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Mergiastuti dan Plh Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, Yuni Ambarawati menegaskan DP3APPKB Kota Salatiga tahun ini menargetkan 22 pria yang bersedia melakukan KB MOP atau Vasektomi.
"Tahun ini kita baru dapat 2 orang bapak-bapak yang bersedia melakukan KB MOP. Sementara, target kita 22 orang, masih kurang 20 lagi," kata Yuni Ambarawati.
BACA JUGA: Serius Mengglobal, Poltek Harber Gandeng TAFE Queensland Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris
BACA JUGA: Ibu di Semarang Terhindar dari Jeruji Besi Usai Anak Maafkan dalam Proses Restorative Justice
Untuk itu, Yuni Ambarawati mengharapkan bantuan para pedagang Pasar Cengek hingga pengunjung untuk bisa mensosialisasikan KB MOP ini ke lingkungan tempat tinggal hingga tingkat RT dan RW.
Ia mengungkapkan, bagi pria yang bersedia melakukan KB MOP Pemkot Salatiga memberikan reward berupa uang tunai.
"Reward untuk peserta KB pria yang mengikuti MOP di Salatiga berupa uang tunai dari APBD. Dimana, sejak tahun 2022 meningkat menjadi Rp3 juta," terangnya.
Reward ini, aku Yuni, diberikan untuk mendorong para pria di Salatiga untuk mengikuti program KB vasektomi atau MOP.
BACA JUGA: Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang, Gubernur Jateng Soroti Infrastruktur Jelang Mudik
BACA JUGA: Santri dan Mahasiswa Dilatih Kewirausahaan Boga dan Barista, Gus Yasin: Dorong Kemandirian Ekonomi