Jimmy Marta:
Selamat idul adha para sohib. Hari raya qurban yg semarak ditempat saya. Tiga hari berturut2. Kemaren lusa, kemaren dan hari ini. Dari rumah terdengar jelas penyelenggaraan tiga hari itu..hehe Kalau dari semua tempat dapat kupon daging qurban betapa melimpahnya rezeki. Itulah positifnya beda lebaran haji. Perbedaan itu juga rezeki..
Mbah Mars:
Betapa cepat waktu berlalu. Baru Sabtu kemarin merayakan Idul Adha, Ehh Ahad hari ini sudah hari raya Idul Adha lagi.
Mbah Mars:
Senenge sak klentheng susahe ketiga rendheng (Sukanya hanya sebesar biji kapuk randu. Deritanya sepanjang muslim kemarau dan penghujan). Begitulah akibat orang yg tidak mampu mengendalikan syahwat libidonya. Lupa siapa dirinya. Lalai apa posisinya. Tak berfikir apa akibatnya. Yang salah satu orang, yang menderita bisa jadi ribuan kepala. Semoga pemerintah bertindak proporsional dalam kasus ini. Yang salah memang harus dihukum. Tetapi jangan juga model bumi hangus.
edi hartono:
Pak DI sulit mencerna hubungan antara penahanan dengan pencabutan izin ponpes. Salah sambung pak! Pernyataan menyesatkan lagi. Hubungannya memang bukan disitu, lha kok dibuat pernyataan seolah2 di situ hubungannya. Hubungannya adalah dengan kasus pelecehan seksual, yg diikuti dengan perlawanan terhadap aparat, yg dilakukan mulai dari pak kyai utama, yg kemudian sebagian santrinya bergerak menghalangi kepolisian, yg terduga pelaku pelecehan seksualnya adalah anak pak kyai, bersembunyi/disembunyikan di dalam pondok itu. Saya kira itu kesalahan respon dari pak kyai. Yang mengakibatkan kasus itu malah membesar menjadi perhatian media nasional. Yg akibatnya bisa merusak nama baik pondok pesantren kita secara keseluruhan. Disini pula patut dipertanyakan kebijaksanaan pak kyai. Pondok pesantren menentang polisi/negara dlm penegakan hukum, untuk kasus yg mengganggu rasa keadilan dan emosi masyarakat, pelecehan seksual pada santri anak2! Apakah itu gambaran/sejarah/preseden yg baik untuk kehidupan bernegara kita? Mungkin pak DI bisa menjawabnya? Memang disesalkan, pondok ini punya sejarah, nama, dan sudah besar. Saya juga eman-eman. Karena setitik nila rusak susu sebelanga! Pondok harus dicabut izinnya karena kasus dugaan pelecehan seksual yg dilakukan anak pak kyai. Yg hobinya mobil, bukan hobi yg murah, bukan hobi yg biasa. Tapi apa boleh buat. Jangan simpan sampah busuk. Bukalah kebusukan dan buanglah. Jadikan sampah busuk itu jadi pupuk, untuk menyuburkan tanaman yg baru.
Pryadi Satriana:
Kisah para pemuda Ashabul Kahfi itu peristiwa sejarah ... Para pemuda itu adalah 'pengikut Yesus Kristus' (baca: 'orang Kristen') yg menolak perintah Kaisar Decius (249-251M) utk menyembah Dewi Ertemis di kuil Ertemis, salah satu keajaiban dunia kuno, di Efesus - kota Yunani kuno - yg sekarang adalah kota Selcuk, provinsi Izmir, Turki. Gereja Orthodoks mencatat nama ketujuh pemuda itu: 1. Maximilian, 2. Iamblicus, 3. Martinian, 4. John, 5. Dionysius, 6. Exacustodianus (Constantine), dan 7. Antoninus. Pada th. 431M, terjadi Konsili Efesus. Ada kelompok bidah yg menolak doktrin 'kebangkitan tubuh' (bodily resurrection), ajaran Alkitabiah yg dikumandangkan dlm Konsili Nicea th. 381M. 'Para pemuda al-Kahfi' itu dibangkitkan dari "tidur panjang" (baca: "kematian") utk mengilustrasikan bahwa ajaran 'kebangkitan tubuh' itu benar! Mereka "dibangunkan dari tidur" (dibangkitkan) - dg pakaian utuh spt semula - di tengah perdebatan sengit 'kebangkitan orang mati' dalam Konsili Efesus tersebut. Mereka "tidur" sekitar 200 th, bukan 300 th. Kebangkitan mereka disaksikan banyak orang, termasuk Uskup Efesus. Bahkan Kaisar Teodisius II sendiri - yg mengadakan Konsili Efesus - sempat berbicara dg 'para pemuda al-Kahfi' itu sebelum mereka kembali "tidur", utk "bangun kembali" saat Yesus datang kembali di akhir zaman, sebagai Hakim Yang Adil, sebagaimana disebutkan dlm Alkitab & Al-Qur'an. Aamin. Dalami sejarah. Miliki iman yg menyejarah, bukan dari pemikiran. Salam. Shalom. Rahayu.
*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id