Pesantren Ramadan ITMI Semarang Diikuti 120 Tunanetra, Belajar Al-Qur’an Braille dan Keterampilan Pijat

Pesantren Ramadan ITMI Semarang Diikuti 120 Tunanetra, Belajar Al-Qur’an Braille dan Keterampilan Pijat

Pembina ITMI Jateng Zaenal Petir saat menyampaikan sambutan di Pesantren Kilat ITMI di kota Semarang -Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com – Sebanyak 120 penyandang disabilitas tunanetra mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diselenggarakan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Kegiatan yang digelar Pengurus Daerah (PD) ITMI Kota Semarang ini pada Sabtu (15/3) berlangsung di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) 2 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Jalan Majapahit No.375, Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Acara tersebut mengusung tema “Sentuhan Cahaya di Balik Jendela Netra” yang bertujuan memberikan penguatan spiritual sekaligus meningkatkan keterampilan bagi para peserta selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz, mengapresiasi semangat dan motivasi para penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, yang tetap aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri.

"Semoga dengan kegiatan ini dapat semakin memperkuat ketakwaan serta menumbuhkan rasa syukur atas setiap ketentuan yang diberikan Allah SWT" harap Aziz

Sementara itu, Pembina ITMI PD Kota Semarang, Zainal Abidin Petir, menyampaikan terima kasih kepada Wakil Wali Kota Semarang, H Iswar Aminuddin, yang selama ini dinilai memberikan perhatian besar kepada penyandang disabilitas, khususnya anggota ITMI.

“Insya Allah kalau semua pejabat negara senang bergaul dengan saudara kita penyandang disabilitas tunanetra, tidak akan korupsi. Contohlah perilaku mereka, walaupun tidak bisa melihat tetapi hatinya bersih dan tulus. Tidak ada pancaran keserakahan, yang ada justru senyum di tengah keterbatasan fisik maupun ekonomi,” ujar Zainal pada wartawan .

Ia menjelaskan, kegiatan Pesantren Ramadan ini tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritualitas, tetapi juga wadah peningkatan kapasitas keterampilan bagi para anggota tunanetra.

Zainal juga memberikan apresiasi kepada Ketua PD ITMI Kota Semarang, Andy Setiyono S.Sos, yang dinilai aktif mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an Braille bagi para anggota. 

Selain itu, Andy juga rutin menghadirkan praktisi pijat untuk membagikan keahlian kepada para tunanetra.

Andy Setiyono mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 Menurutnya, pesantren Ramadan ini dirancang untuk menghadirkan suasana pesantren yang Qurani, di mana para peserta tidak hanya mengikuti kajian keislaman, tetapi juga membaca dan mempelajari Al-Qur’an Braille secara bersama-sama.

“Melalui kegiatan ini para peserta diajak semakin dekat dengan Al-Qur’an sebagai sumber hidayah dan pedoman hidup,” ujarnya.

Selain penguatan nilai-nilai spiritual, kegiatan ini juga menekankan pengembangan keterampilan praktis, khususnya terapi pijat yang selama ini menjadi salah satu potensi profesi bagi penyandang tunanetra.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: