Pemudik Tak Perlu Cemas, 'Mbak Dewi' Siap Bantu Warga

Pemudik Tak Perlu Cemas, 'Mbak Dewi' Siap Bantu Warga

Anggota Satlantas Polres Sragen saat melaksanakan layanan pengisian daya pada mobil listrik. (mukhtarulhafidh/diswayjateng.id)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id

SRAGEN, diswayjateng.id - Perkembang teknologi dengan mobil listrik kini tak lagi perlu dihantui range anxiety atau ketakutan kehabisan daya di tengah jalan pada arus mudik tahun 2026.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari punya cara jitu untuk memastikan para pemudik "setrum" tetap tenang saat melintas di wilayahnya.

Dari Satlantas Sragen menerjunkan tim khusus di pos terpadu untuk memelototi kondisi pemudik.

BACA JUGA: Arus Kendaraan ke Semarang Melonjak Tajam di Kalikangkung, Jasa Marga Siagakan Petugas

BACA JUGA: Kecelakaan Beruntun di Tol Batang–Semarang KM 361, Petugas Jasa Marga Gerak Cepat Evakuasi

Inovasi paling anyar, layanan kawal darurat bagi pengguna mobil listrik. Layanan ini diberi nama Mbak Dewi (Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident).

”Kalau baterai sudah menyentuh angka kritis, jangan panik. Tim kami siap mengisi hingga 10 persen dan mendampingi hingga ke titik SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terdekat,” ujar AKBP Dewiana.

​Layanan ekstra ini bakal bersiaga penuh hingga 25 Maret mendatang. Mbak Dewi menyadari, meski infrastruktur SPKLU mulai tersebar di beberapa lokasi strategis, kendala macet bisa membuat konsumsi daya baterai tak terduga.

Karena itu, intervensi petugas menjadi kunci agar mobil pemudik tidak mogok dan justru memicu kemacetan baru.

Tak hanya soal mobil listrik, Mbak Dewi juga memberikan atensi bagi pemudik yang kesulitan mengakses layanan Call Center 110.

Jika jalur telepon sibuk atau terkendala sinyal, personel di Pos Terpadu siap menjadi "pusat solusi" manual yang merespons setiap keluhan warga secara real-time.

​Semangat Operasi Lilin lalu pun tetap dibawa. Di sekitar pos terpadu, pemudik bisa menikmati fasilitas "plus-plus" secara cuma-cuma. Mulai dari cek kesehatan gratis bagi sopir yang mulai merasa ngantuk atau pegal, hingga layanan tambal ban dan bengkel darurat.

Prinsipnya, kami ingin pemudik merasa punya sandaran saat ada kendala di jalan. Mau itu urusan kesehatan, ban bocor, sampai urusan baterai mobil yang lowbat, semua kami layani,” tambah kapolres.

​Dengan sistem pelayanan yang terpusat di Pos Terpadu, Mbak Dewi memastikan bahwa mudik tahun ini bukan sekadar soal kelancaran lalu lintas, tapi juga soal kenyamanan dan keselamatan hingga sampai di depan pintu rumah halaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait