Taman Abdulrahman Saleh Dibangun Rp2,4 Miliar, Wali Kota Semarang Minta Dijaga dan Bebas PKL
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti launching taman Abdulrahman Saleh.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Pemerintah Kota Semarang meresmikan Taman Abdulrahman Saleh sebagai taman bermain ramah anak dengan nilai pembangunan mencapai Rp2,4 miliar.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan taman tersebut yang dibangun diatas tanah seluas 2.000 meter persegi ini harus dijaga fungsinya dan tidak berubah menjadi lokasi aktivitas ekonomi atau tempat berjualan.
Agustina meminta dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar taman agar ikut merawat serta melindungi ruang publik tersebut.
Ia menekankan bahwa taman bermain anak rentan mengalami dua masalah utama, yakni berubah fungsi dan kurangnya perawatan.
BACA JUGA:Belum Ada Kasus Super Flu Subclade K di Semarang, Dinkes: Tidak Perlu Panik
BACA JUGA:Kecelakaan Rombongan Guru di Tol Ungaran, 5 Orang Dirujuk ke RS Elizabeth Semarang
“Penyakit ruang publik yang sering terjadi adalah dipakai untuk aktivitas lain yang bersifat menetap. Saya minta kelurahan menjaga supaya taman ini murni menjadi taman, bukan tempat aktivitas ekonomi,” ujar Agustina, Rabu, 7 Januari 2025.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perawatan rutin. Menurutnya, jika hanya mengandalkan petugas kebersihan dari Pemkot, taman tidak akan terjaga optimal. Karena itu, keterlibatan warga menjadi kunci utama.
“Saya berharap lurah, camat, dan masyarakat bisa membangun ekosistem bersama. Bisa lewat LPMK, KSN, kelompok lansia, atau komunitas warga untuk ikut menyiram dan membersihkan,” jelasnya.
Agustina menyebut Taman Abdulrahman Saleh merupakan taman bermain ramah anak ketiga yang dibangun Pemkot Semarang.
BACA JUGA:Drama Konfercab X GP Ansor Semarang: Arif Rahman Unggul di Putaran Kedua
BACA JUGA:Sidang Dugaan Korupsi Sritex di Tipikor Semarang, Lukminto Bersaudara Ajukan Eksepsi Minta Bebas
Ke depan, pemerintah berencana memperbanyak taman serupa dengan konsep aman, nyaman, dan sesuai standar keselamatan anak.
“Kami sudah menginventarisir taman-taman lain. Ada potensi sekitar 10 lokasi tambahan, tapi harus memenuhi syarat luas dan keamanan. Prioritasnya di kawasan perumahan agar lebih aman untuk anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
