Dukung Ibu Hamil Lebih Sehat dan Bahagia, Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Gerakan Bumil Sehat
MATERI - Kabid UKM dan UKP Dinkes Kabupaten Tegal dr. Sarmanah Adi Muraeni, saat menyampaikan materi dalam acara Gerakan Ibu Hamil Sehat, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Senin (25/8/2025).Foto: Yeri Noveli/diswayjateng.id --
SLAWI, diswayjateng.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satunya melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Senin (25/8/2025). Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta ibu hamil yang berasal dari wilayah Kecamatan Slawi.
Acara menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kabid UKM dan UKP Dinkes Kabupaten Tegal dr. Sarmanah Adi Muraeni, Kepala Bidang SDMK dan Pemberdayaan Masyarakat, R. Siti Iva Rifda Chomsiyah, S.ST., Bdn.,M.M., serta perwakilan dari PKK dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI).

Dalam kesempatan itu, dr. Sarmanah menegaskan pentingnya ibu hamil menjaga kesehatan diri dan janin. Menurutnya, kasus kematian ibu hamil di Kabupaten Tegal dari tahun ke tahun cenderung meningkat, dengan penyebab terbanyak adalah preeklamsia atau keracunan kehamilan akibat tekanan darah tinggi.
“Penyakit jangan sampai mengendalikan kita, justru kita yang harus mengendalikan penyakit. Ibu hamil harus sehat, begitu juga janin yang dikandung. Rajin kontrol, minum obat ketika sakit, dan jangan sampai kekurangan gizi karena akan berdampak langsung pada bayi,” jelasnya.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Ajak Perusahaan Galang CSR Peduli Gizi, Targetkan Turunkan Stunting
BACA JUGA:Pastikan Usaha Aman dan Bersih, Dinkes kabupaten Tegal Imbau untuk Urus Sertifikat Laik Sehat
Sarmanah juga menyampaikan bahwa ibu hamil dengan HIV tetap bisa melahirkan secara normal dan menyusui bayinya. “HIV sudah ada obatnya. Harapannya, semua Ibu Hamil di Kabupaten Tegal bisa sehat, bayinya selamat, dan tidak ada lagi kematian ibu hamil maupun janin,” tambahnya.
Materi yang diberikan kepada peserta meliputi edukasi seputar kehamilan, bahaya kehamilan, waktu pemeriksaan kehamilan, tanda persalinan, serta pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Tegal disebut sudah siap dengan layanan PONED untuk kegawatdaruratan ibu hamil.
Selain itu, narasumber dari Bidang SDMK dan Pemberdayaan Masyarakat, PKK, serta IIDI juga memberikan materi tentang pentingnya gizi, cara menyusui yang baik, hingga pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu.
“Setiap bumil juga wajib membaca buku KIA minimal dua lembar per hari. Di dalamnya banyak sekali ilmu dan edukasi yang bisa menjadi panduan menjaga kehamilan,” papar Sarmanah.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Rakor Perizinan Nakes, Perkuat Pemahaman SIP dan SKP
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Ajak Orang Tua dan Guru Sukseskan BIAS 2025
Kegiatan ini sudah rutin dilakukan Dinkes di berbagai kecamatan, terutama di wilayah dengan angka kematian ibu hamil dan bayi yang tinggi. Setelah sebelumnya digelar di Bumijawa, besok program ini akan dilanjutkan di Kecamatan Tarub.
Harapannya, seluruh ibu hamil di Kabupaten Tegal semakin peduli terhadap kesehatannya, mandiri, dan bersemangat menjaga kehamilan.
“Minimal periksa enam kali selama hamil, konsumsi gizi yang cukup, bersalin di fasyankes, serta setelah lahir anak harus mendapat imunisasi dan makanan pendamping ASI,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, Ny. Nilna Almuna Ischak Maulana Rohman, saat menutup kegiatan menyampaikan apresiasinya.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Sosialisasikan Pembinaan dan Pengawasan SDM Kesehatan
“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan dan seluruh narasumber. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal bermanfaat bagi para ibu hamil dalam menjaga kesehatan diri maupun buah hati. Ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ucapnya.
Nilna juga berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jaga pola makan seimbang, rutin periksa kehamilan, siapkan mental positif menghadapi persalinan, serta jangan lupa komunikasi dengan keluarga. Dukungan suami dan lingkungan sangat penting bagi kesehatan ibu dan janin,” imbuhnya.
Dirinya berharap, para kader PKK dapat terus mendampingi bumil di lingkungannya.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar PKG untuk Anak Sekolah
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Dorong Persalinan Aman di Fasilitas Kesehatan
“Kehamilan adalah anugerah luar biasa. Mari kita syukuri dengan menjaga titipan Allah ini sebaik-baiknya. Dengan semangat dan doa, insyaAllah semua bumil di Kabupaten Tegal dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan sehat dan selamat,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
