Dance dan Istri Pelayanan Doa Kamis Putih di GPIB, Gereja Tertua di Indonesia
MEMBASUH : Imam GPIB Tamansari Salatiga saat membasuh kaki jemaat ditengah peribadatan Kamis Putih sebagai rangkaian Paskah, Kamis 17 April 2025. Foto : Nena Rna Basri--
SALATIGA, diswayjateng.id - Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit menjalankan menjalankan pelayanan doa Ibadah (peribadatan) Kamis Putih di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Tamansari, Salatiga, Gereja tertua di Indonesia.
Tercatat, GPIB telah berusia 202 tahun. Dan merupakan bangunan bersejarah peninggalan Hindia-Belanda.
Bersama sang istri, Maedy Dance Ishak Palit, Dance kompak mengenakan kemeja putih menjalankan peribadatan Kamis Putih.
"Saya bersama istri mengikuti pelayanan doa Kamis Putih. Rangkaian selanjutnya besok Jum'at Agung dan Minggu nya Paskah di Alun-alun Lapangan Pancasila, Salatiga," ungkap Dance Ishak Palit kepada Disway Jateng, Kamis 17 April 2025.
BACA JUGA: Bupati Demak Teken Perjanjian Hibah 2500 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya
BACA JUGA: Sepeda Motor Tergelincir Saat Mendahului Truk Kontainer, Pasutri Tewas Seketika di Mranggen
Dance memberikan gambaran bahwa Kamis Putih ini menggambarkan peran Yesus yang telah datang ke dunia membawa terang. Di mana, Yesus mengajarkan umatnya untuk "menghidupkan orang".
Makna terkandung di dalam arti dari "menghidupkan orang lain", disebutkan Dance berbuat baik kepada sesama dan saling membantu.
"Dalam peribadatan Kamis Putih ini pesan moralnya berbuat untuk sesama, membantu orang lain. Itulah yang dikatakan "menghidupkan orang lain"," ujarnya.
Di tengah peribadatan Kamis Putih, para jemaat dibasuh kakinya oleh Imam Geraja. Satu persatu pendeta membungku mencuci kaki ke-dua kaki jemaat menggunakan handuk kecil dengan baskom berisikan air bersih.
BACA JUGA: Kurangi Gawai dan Jaga Kesehatan, Pesan Bupati Samani kepada Pelajar di Kudus
BACA JUGA: Kasus Korupsi SIHT Kudus Siap Disidangkan, Negara Dirugikan Rp 5,29 Miliar
"Ritual khusus yang dilaksanakan saat ibadah Kamis Putih adalah pembasuhan kaki para jemaat. Ritual ini mengenang teladan Yesus, sekaligus merenungkan nilai-nilai pengabdian dan keikhlasan yang dicontohkan Yesus," ungkap Dance.
Rangkaian Paskah adalah Isak Al-masih
Selanjutnya, pada Jumat Agung yakni esok 18 April 2025, merupakan rangkaian Paskah adalah Isak Al-masih.
Kembali, Dance dan istri akan menjalankan perjamuan roti dan anggur. Dimana, dua jenis makanan ini merupakan simbol atau sebuah tanda kematin.
"Kita menyebutnya perjamuan Kudus, dimana roti dan anggur adalah simbol," paparnya.
BACA JUGA: Pantau Kinerja Kepala Daerah, Pengurus Relawan Kudus Sehat Dikukuhkan
BACA JUGA: Rayakan Hari Jadi Kota Tegal, DPMTSP Lakukan Pelayanan Bergerak Perizinan Berusaha
Sedangkan, pada lusa yakni Minggu 19 April 2025, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit akan mengikuti puncak perayaan yakni Paskah.
Rencananya, Paskah akan dirayakan umat Nasrani di Alun-alun Lapangan Pancasila, Salatiga pada sore hari, pukul 15.00 WIB hingga usai.
"Puncak Paskah ini sama dengan Shalat Ied bagi Umat Islam. Sehingga, Paskah bagi Umat Nasrani merupakan bangkitnya Yesus Kristus "hidup menghidupkan"," pungsknya.
Sedikit bernostalgia, Dance mengaku
GPIB Tamansari Kota Salatiga yang kini menginjak usia hampir 202 tahun itu merupakan gereja pertama tempat peribadatan politisi PDI-P tersebut saat menginjakkan kaki di Kota Salatiga dari upayanya merantau dari Manado menuju pulau Jawa saat bujangnya kisaran tahun 1980-an.
BACA JUGA: Wanita Jatuh ke Rel Stasiun Poncol Semarang, Diduga Belum Makan Sebelum Naik KA Ciremai
BACA JUGA: Angka Stunting di Semarang Naik Jadi 2,75 Persen, Agustina Susun Perwal Baru untuk Percepatan Penurunan
GPIB sendiri adalah Gereja tertua di Salatiga ini dibangun pada tahun 1823. Awalnya, bangunan didirikan jaman Belanda itu untuk tempat ibadah keluarga besar Batalyon A II Bg yang bermarkas di Jalan Ahmad Yani sekarang.
Dati catatan Wikipedia, GPIB Salatiga adalah bangunan berarsitektur Gotik dengan hiasan-hiasan molding pada sudut-sudut bangunan dan jendela-jendela bersudut runcing (ujung anak panah).
Menara kecil beratapkan seng tebal terdapat lonceng buatan tahun 1828 masih terawat dan berfungsi sebagai tempat ibadah jemaat GPIB.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: