Jumlah Pasien DBD di RSUD Rembang Melonjak, Didominasi Anak-anak

Pasien DBD di RSUD Rembang yang mendapatkan penanganan intensif dari pihak rumah sakit.-Istimewa/diswayjateng.id-
REMBANG, diswayjateng.id - RSUD dr R Soetrasno Rembang mencatatkan adanya gelombang kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD). Jumlah pasien DBD di RSUD dr R Soetrasno Rembang melonjak.
Trend tersebut ditunjukan dari jumlah catatan pasien demam berdarah beberapa bulan terakhir sampai Desember 2024 di RSUD Rembang.
"Bulan September kemarin ada 24 kasus, kemudian pada Oktober menjadi 46, November berjumlah 49 kasus sedangkan pada awal Desember sudah ada 10 kasus," ujar Kasi Humas RSUD Rembang, Tabah Tohamik, Minggu 8 Desember 2024.
Tabah menambahkan, mayoritas pasien DBD di RSUD dr R Soetrasno Rembang didominasi anak-anak.
Menurut Tabah, pihak rumah sakit telah menyiapkan ruangan khusus untuk berjaga-jaga. Khususnya ketika terjadi ledakan kasus penyakit DBD yang menyerang anak di Kabupaten Rembang.
"Kami sudah menyiapkan ruangan khusus apabila nantinya kasus DBD meledak, berapapun jumlahnya kami siap menampung dan tidak akan menolak pasien," katanya.
Dikatakannya, sampai saat ini ruangan perawatan di RSUD Rembang banyak terisi oleh para anak-anak yang terjangkit penyakit DBD. Beberapa dari mereka sudah mulai pulih.
Guna menekan angka DBD, pihaknya meminta kepada masyarakat supaya melakukan gerakan 3M Plus untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue di musim hujan.
BACA JUGA:Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi, UMK Kabupaten Blora 2025 Dipastikan Naik 6,5 Persen
BACA JUGA:Tingkat Partisipasi Warga Rembang di Pilkada Serentak 2024 Diklaim Tertinggi se Jawa Tengah
"Musim hujan memang biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti," ujarnya.
Adapun gerakan 3M yakni mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: