One Way Disiapkan, Puncak Mudik di Tol Pejagan–Pemalang 18 Maret

One Way Disiapkan, Puncak Mudik di Tol Pejagan–Pemalang 18 Maret

GERBANG TOL TEGAL - Suasana Gerbang Tol Tegal tampak masih lengang meski sudah mendekati lebaran Idulfitri, Kamis (12/3/2026).--

TEGAL, diswayjateng.com – Arus mudik Lebaran tahun ini di ruas Tol Pejagan–Pemalang diperkirakan mulai terasa sejak pertengahan Maret. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola tol bersama kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way).

Direktur Utama PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR) Tri Yuharlina mengatakan, penerapan one way arus mudik direncanakan berlangsung pada 17–20 Maret 2026 mulai pukul 12.00 WIB. Sementara untuk arus balik, skema serupa direncanakan diberlakukan pada 23–29 Maret 2026.

“Rencana one way arus mudik dimulai 17 Maret pukul 12.00 WIB sampai 20 Maret. Untuk arus balik rencananya 23 sampai 29 Maret 2026. Semua sudah kami koordinasikan dengan kepolisian,” ujar Tri, Kamis (12/3/2026).

Dia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Pada hari tersebut, kepadatan kendaraan diperkirakan mencapai titik tertinggi di ruas tol yang menghubungkan wilayah Jawa Tengah bagian barat dan tengah tersebut.

“Puncaknya kemungkinan besar terjadi pada 18 Maret. Itu H-3 Lebaran dan biasanya volume kendaraan sangat tinggi,” ujarnya.

Meski diprediksi terjadi lonjakan arus kendaraan, Tri memastikan kondisi infrastruktur di sepanjang Tol Pejagan–Pemalang dalam keadaan siap dan aman dilalui pemudik. Berbagai perbaikan dan pengecekan telah dilakukan sejak jauh hari.

“Kami pastikan infrastruktur di ruas Tol Pejagan–Pemalang aman. Perbaikan sudah dilakukan semuanya. Jadi pemudik bisa melintas dengan nyaman,” tegasnya.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada titik rawan yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik. Pihak pengelola tol juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi kemacetan.

“Tidak ada titik rawan di sepanjang ruas tol ini. Semua sudah kami antisipasi jauh-jauh hari,” ujarnya.

Tahun ini, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Pejagan–Pemalang diperkirakan mencapai 1.173.000 kendaraan selama masa mudik Lebaran. Angka tersebut naik sekitar 1,73 persen dibandingkan tahun lalu.

Untuk mengurai antrean di gerbang tol, pengelola akan menerapkan skema buka-tutup jalur dan menambah gardu tol jika kondisi kendaraan semakin padat.

“Kalau terjadi antrean panjang di gerbang tol, kami akan lakukan skema buka-tutup. Bahkan kalau semakin padat, gardu tol juga bisa kami tambah,” tegas Tri.

Selain gerbang tol, kepadatan biasanya juga terjadi di kawasan rest area. Karena itu, PPTR bekerja sama dengan pengelola rest area untuk mengatur arus kendaraan dan pengunjung.

Tri mengimbau pemudik tidak terlalu lama berhenti di rest area, terutama saat membeli makanan atau minuman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: