Kejar Target Sebelum Lebaran, 456 Huntara untuk Warga Padasari Dipercepat

Kejar Target Sebelum Lebaran, 456 Huntara untuk Warga Padasari Dipercepat

HUNTARA - Pembangunan Huntara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal dipercepat agar sebelum lebaran Idulfitri sudah bisa ditempati para korban terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Rabu (11/3/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Sebanyak 456 unit huntara ditargetkan sudah bisa ditempati sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Langkah percepatan ini dilakukan agar ratusan warga yang selama ini masih tinggal di pengungsian dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtaru) Kabupaten Tegal, Nurhapid Junaedi, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan huntara sebagai bentuk penanganan cepat bagi masyarakat terdampak bencana.

“Pemerintah daerah berkomitmen agar warga terdampak tidak terlalu lama berada di pengungsian. Target kami jelas, sebelum Lebaran sebagian warga sudah bisa menempati huntara tahap pertama,” ujarnya usai mengikuti rapat pembahasan progres pembangunan bersama Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum di Posko Pembangunan Huntara Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Rabu (11/3/2026).

Menurut Nurhapid, para calon penerima hunian sementara tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Tegal Nomor 100.3.3.2/273 Tahun 2026 tertanggal 9 Maret 2026. SK tersebut memuat daftar warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari yang berhak menempati huntara.

Dia menjelaskan, pembangunan tahap pertama dilakukan di tanah kas Desa Capar dengan luas sekitar 4,7 hektare yang telah disiapkan sebagai kawasan hunian sementara bagi para korban bencana. Setelah tahap pertama selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan tahap kedua di lokasi yang sama.

“Total lahan yang disiapkan sekitar 12 hektare. Tahap pertama fokus pada percepatan unit yang bisa segera ditempati warga, kemudian dilanjutkan pembangunan berikutnya,” ujarnya.

Proyek pembangunan huntara ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) dengan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Nurhapid menambahkan, hasil rapat dengan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis memastikan bahwa progres pembangunan masih berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan.

“Koordinasi dengan pemerintah pusat terus kami lakukan agar percepatan pembangunan berjalan optimal. Dari hasil rapat dengan Dirjen Prasarana Strategis, progres pembangunan masih sesuai target,” kata Nurhapid.

Meski demikian, pembangunan di lapangan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses pekerjaan.

Selain itu, kondisi tanah di lokasi pembangunan juga membutuhkan penanganan teknis khusus karena sebagian area memiliki struktur tanah yang relatif labil.

“Memang ada kendala cuaca dan kondisi tanah di lokasi pembangunan. Namun secara teknis hal itu sudah diantisipasi agar pekerjaan tetap berjalan dan target penyelesaian bisa tercapai,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait