Musim Hujan, DBD Mengintai! Dinkes Tegal Ingatkan Warga

Musim Hujan, DBD Mengintai! Dinkes Tegal Ingatkan Warga

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal dr. Ruszaeni bersama jajarannya salam lima jari saat Kampanye TOSS-TBC, di Alun-Alun Hanggawana Slawi, Minggu (9/11/2025) pagi.-Yeri-Yeri

SLAWI, diswayjateng.com - Datangnya musim hujan bukan hanya membawa berkah, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Salah satu penyakit yang kembali menjadi sorotan adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), yang kerap meningkat seiring tingginya curah hujan. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi lonjakan kasus.

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr. Ruszaeni, menegaskan bahwa musim hujan menjadi momentum berkembangnya berbagai penyakit menular. Tidak hanya DBD, tetapi juga chikungunya dan diare yang kerap muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang bersih.

“Musim hujan, banyak penyakit mewabah. Penyakit itu antara lain DBD, chikungunya, dan diare. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ruszaeni saat ditemui di sela kegiatan Kampanye TOSS-TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh – Tuberkulosis) di Alun-Alun Hanggawana Slawi, Minggu (9/11/2025) pagi.

BACA JUGA:Awas DBD, Puskesmas Danasari Kabupaten Tegal Gencarkan Gerakan PSN

BACA JUGA:Musim Hujan Datang, Dinkes Kabupaten Tegal Imbau Warga Waspada Penyakit

Menurutnya, ancaman tersebut sebenarnya bisa diminimalkan jika masyarakat disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ia menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dibandingkan pengobatan.

“Langkah sederhana seperti rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan sangat berpengaruh. Jangan menunggu sakit dulu baru bergerak,” tegasnya.

Salah satu upaya utama dalam mencegah DBD adalah melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus. Ruszaeni menjelaskan, 3M meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Ditambah langkah ‘Plus’, seperti menaburkan abate, menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat nyamuk, hingga memelihara ikan pemakan jentik. Ini sederhana, tapi dampaknya besar jika dilakukan bersama-sama,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa bahaya DBD tidak bisa dianggap remeh. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan demam tinggi, tetapi juga berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.

“DBD berat bisa menyebabkan kebocoran pembuluh darah, syok, hingga kegagalan organ. Komplikasi lainnya termasuk perdarahan internal, tekanan darah menurun, dan sesak napas. Kalau terlambat ditangani, bisa berujung kematian,” ungkapnya dengan nada serius.

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Kabupaten Tegal Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis, Jangan Tunggu Sakit

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait