TBIG Tanam 6.600 Pohon di Hutan Petungkriyono Pekalongan, Serap 470 Ton Karbon

TBIG Tanam 6.600 Pohon di Hutan Petungkriyono Pekalongan, Serap 470 Ton Karbon

PT Tower Bersama Infrastruktur Group (TBIG) menanam pohon di hutan Petungkriyono Pekalongan--Bakti Buwono/ diswayjateng.id

PEKALONGAN, diswayjateng.id - CSR PT Tower Bersama Infrastruktur Group (TBIG) berkontribusi menyerap 470 ton karbon di Hutan Petungkriyono, Kabupaten PEKALONGAN.

Penyerapan karbon itu merupakan hasil penanaman 6.600 pohon telah ditanam di tujuh lokasi di Hutan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan sejak 2018 hingga sekarang.

Langkah ini bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi sebuah upaya menjaga Hutan Petungkriyono Pekalongan yang masih dianggap sehat di Pulau Jawa.

Menurut Fahmi Sutan Alatas, CSR Departement Head TBIG, pemilihan Hutan Petungkriyono di Pekalongan bukan tanpa alasan. 

BACA JUGA: Telaga Sigebyar Mangunan Petungkriyono: Telaga dengan Pesona Menyihir Mata yang Ada di Pekalongan

BACA JUGA: Telaga Sigebyar Mangunan: Salah Satu Telaga Tercantik di Petungkriyono Pekalongan

"Kami memilih hutan ini karena hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan ini masih sehat," ujarnya usai penanaman pohon di Hutan Petungkriyono Pekalongan, Minggu 7 Desember 2024.

Dengan luas 5.000 hektare, Hutan Petungkriyono Pekalongan menjadi rumah bagi sekitar 4.000 satwa owa jawa, primata endemik yang hanya hidup di hutan-hutan alami dan sehat.

Program penanaman pohon tidak hanya fokus pada rehabilitasi lahan kritis, tetapi juga mempertahankan area-area yang sudah sehat agar tidak rusak. 

Jenis pohon yang ditanam di Hutan Petungkriyono Pekalongan pun beragam, mulai dari tanaman buah seperti alpukat dan nangka, hingga bambu, damar, kayu manis, serta pinus. Tanaman buah ini juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tanpa merusak ekosistem hutan.

BACA JUGA: 10 Primata Langka di Hutan Petungkriyono Mati Kesetrum

BACA JUGA: Polres Tegal Peringati Hari Bhayangkara ke-78 dengan Penanaman Pohon, Ketahanan pangan dan Beasiswa

Pemilihan lokasi penanaman dilakukan dengan cermat, bekerja sama dengan Perhutani. Lokasi dipilih berdasarkan tingkat kerusakan, tantangan geografis, hingga potensi manfaat lingkungan jangka panjang. 

"Kami ingin mitra yang jelas, dan monitoring juga dilakukan berkala setiap Juli dan Desember," jelas Fahmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: