Upaya Perangkat Desa di Blora Hapus Stigma Warga Tanam Tembakau Rumit, Langsung Praktik Pundi Rupiah Melimpah

Upaya Perangkat Desa di Blora Hapus Stigma Warga Tanam Tembakau Rumit, Langsung Praktik Pundi Rupiah Melimpah

Saman, 49, seorang perangkat desa Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora ini berhasil menunjukkan potensi keuntungan yang tinggi dari budidaya tembakau.-Eko Wahyu Budi/jateng.disway.id-

BLORA, jateng.disway.id - Apa yang dilakukan oleh salahsatu perangkat desa di Kabupaten Blora ini patut untuk diikuti.

Pasalnya, seorang perangkat desa Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora ini berhasil menunjukkan potensi keuntungan yang tinggi dari budidaya tembakau.

Pria bernama Saman, 49, ini menunjukkan kepada warganya jika budidaya tembakau memberikan keuntungan yang luar biasa.

Ditengah sikap skeptis warganya akan budidaya tanaman ini. Ketika ditemui, Saman mengatakan minat budidaya tembakau di desanya masih relatif rendah.

BACA JUGA: Blora Kebagian 1.544 Titik Program Bedah Rumah di 2024 dari Kementerian PUPR

BACA JUGA: Grebek Gudang Miras, Polisi Sita 15 liter Miras Jenis CIU

“Hanya ada 4 petani saja yang mau menanam tembakau, padahal saat ini harga jualnya tinggi,” ujar Saman, Rabu 6 November 2024.

Masyarakat di desanya sejauh ini masih memiliki stigma jika menanam tembakau memiliki tingkat proses kerumitan yang luar biasa.

Khususnya saat melakukan 'ngepeli' atau pemetikan tuna.

Namun dirinya tetap optimis karena hasil panen tembakau dapat memberikan keuntungan hingga tiga kali lipat dibandingkan tanaman jagung.

Saman telah mengirimkan hasil panennya ke PT Sadana di Sulang sebanyak enam kali.

Harga tembakaunyapun bervariasi, tergantung kualitasnya, dengan harga tertinggi mencapai Rp51 ribu per kilogram untuk kelas premium (BSP) dan harga terendah di kisaran Rp27-25 ribu untuk kelas X.

BACA JUGA: Relawan Black Jack Cabut Dukungan dari Robby-Nina, Tim Pemenangan Yuliyanto: Ujung-ujungnya Minta Anggaran

“Kelas tertinggi BSP, di bawahnya ada B1, B2, B3, C1, C2, C3, dan paling rendah kelas X. Tembakau saya termasuk kelas C1 ke atas,” jelasnya, menegaskan kualitas produknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: