Utamakan Pendidikan Penguatan Karakter di Kabupaten Tegal

Utamakan Pendidikan Penguatan Karakter di Kabupaten Tegal

ARAHAN - PJ bupati Tegal berikan arahan kepada jajaran Dinas Dikbud.Foto:Hermas Purwadi/jateng.disway.id--

DISWAYJATENG, SLAWI - Pendidikan di Kabupaten Tegal diupayakan pada pengutan karakter dengan adab dan sikap. Hal tersebut dilontarkan Pj Bupati Tegal Agustyarsyah saat melakukan konsolidasi dan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).

Pj bupati Tegal juga meminta Dinas Dikbud terkait data yang disajikan agar lebih komprehensip dengan terdatanya alumni yang tidak atau belum bisa bekerja. Sehingga pendidikan bisa menjawab tantangan tersebut. 

BACA JUGA:Usai Penghitungan Suara, PPS dan KPPS Kabupaten Pemalang Diperiksa Kesehatannya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal Fakihurochim SSos MM melalui  Kabid PPTK Nur Khakim menyatakan, dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati juga berharap ada data statistik terkait dengan data siswa yang kuliah, baik di PTN  maupun PTS.

"Termasuk data jumlah siswa yang sekolah dan tidak sekolah serta data sarana dan prasarana terbaru," ujarnya.

Pj bupati Tegal  juga mengungkap terkait tupaya membangun pondasi  Kabupaten Tegal dan mengubah tata Kota Slawi. Termasuk penataan Guci agar menjadi tempat wisata  yang nyaman dengan tercukupinya tempat parkir, jalan serta pelayanan.

BACA JUGA:Cegah Pembalakan Hutan, KPH Balapulang Rangkul Polres Tegal

Pihaknya juga berupaya mewujudkan Kabupaten Tegal bebas bencana dengan melakukan kolaborasi bersama Kementerian lain. Serta pada tempat bencana diupayakan penyelesaian secara tuntas dari pada setiap tahun  harus mengeluarkan anggaran untuk korban bencana. 

Kepala Dinas Dikbud  juga berkesempatan  menyampaikan beberapa penghargaan yang sempat diraih. Diantarnaya penghargaan bidang pendidikan terkait dengan program PIP bantuan pada siswa miskin yang pengajuannya paling banyak se-kabupaten/kota  se-Indonesia.

BACA JUGA:Pj Bupati Tegal Minta agar ASN Tidak Diskriminatif

"Termasuk partisipasi aktif dalam program sekolah penggerak dan menjadi badan publik  cukup interaktif," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: