Longsor, Jenazah di TPU di Desa Kertayasa Kabupaten Tegal Rawan Hanyut ke Sungai

Longsor, Jenazah di TPU di Desa Kertayasa Kabupaten Tegal Rawan Hanyut ke Sungai

RESES - Sejumlah warga saat menghadiri acara reses Anggota DPRD Kabupaten Tegal Saminah di Desa Kertayasa.Foto:Yeri Noveli/jateng.disway.id--

DISWAYJATENG, SLAWI - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbah Gading di RT 05 RW 03 Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat kondisinya sangat memprihatinkan.

Hal itu karena areal TPU longsor karena terkikis saluran sungai yang membentang di desa tersebut. Setiap turun hujan, tanah di areal TPU mengalami erosi. Kendati belum parah, tapi erosi itu sudah meluas dan mendekati makam warga.

"Kami khawatir makam itu terkikis aliran sungai dan mengakibatkan jenazah di makam ikut hanyut ke sungai," kata Ketua RT 05 RW 03 Desa Kertayasa Sarmawi.

BACA JUGA:Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Gandeng UGM dan Perbankan

Dia berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki TPU Mbah Gading. Setidaknya, tanah yang terkikis sungai supaya dibangun talud atau bronjong. 

"Kalau hujan biasanya sungai meluap. Sehingga tanahnya ikut terkikis," tuturnya.

Dia mengusulkan, pembangunan talud supaya diutamakan di sebelah kanan dan kiri sungai. Panjang talud sekitar 100 meter. Sehingga tanah di areal makam lebih aman dari aliran sungai yang deras.

"Kalau dibiarkan, nanti malah semakin parah," imbuhnya.

BACA JUGA:Pulang dari Kebun, Warga Warureja Hanyut di Sungai Rambut Kabupaten Tegal

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Tegal Saminah saat mendapat aduan itu mengaku bakal menyampaikan ke Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal agar pembangunan talud segera dialokasikan anggarannya.

Dirinya tak menampik, kondisi TPU Mbah Gading memang rawan erosi karena berada di tepi sungai. Untuk itu, pembangunan talud harus diprioritaskan.

"Aspirasi ini nanti akan kami sampaikan saat rapat di komisi bersama dinas terkait," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: