Nekat Terobos Palang, Pemotor Tewas Tertabrak KA Harina di Kokrosono Semarang Sore Hari

Nekat Terobos Palang, Pemotor Tewas Tertabrak KA Harina di Kokrosono Semarang Sore Hari

Seorang pemotor tewas tertabrak Kereta Api Harina di perlintasan sebidang Kokrosono, Semarang, Jumat sore.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com — Seorang pemotor meninggal dunia usai tertabrak Kereta Harina di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Kecamatan SEMARANG Tengah, Kota SEMARANG, Jumat 3 April 2026 sore. 

Peristiwa yang pemotor meninggal dunia tertabrak Kereta Harina di Semarang tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 WIB dan sempat menarik perhatian warga sekitar. 

Kecelakaan pemotor meninggal dunia tertabrak Kereta Harina di Semarang itu dialami oleh pengendara sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi H 5080 NZ. 

Korban diketahui berinisial S (66), warga Panggul Kidul, Kota Semarang, yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius yang dialami. 

Peristiwa pemotor meninggal dunia tertabrak Kereta Harina di Semarang tersebut telah dibenarkan oleh pihak kepolisian. 

Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Nurul, menyampaikan bahwa korban tidak berhasil diselamatkan setelah tertabrak kereta api yang melintas di jalur tersebut. 

“Benar, korban meninggal dunia. Inisial S, usia 66 tahun, warga Panggul Kidul Semarang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. 

Berdasarkan keterangan petugas penjaga lintasan, kronologi pemotor meninggal dunia tertabrak Kereta Harina di Semarang bermula saat korban mencoba melintasi rel meskipun palang pintu telah tertutup. Dari arah utara ke selatan, sepeda motor tetap dijalankan hingga masuk ke jalur rel aktif. 

Petugas JPL 05 Kokrosono, Mustafirin, menjelaskan bahwa peringatan telah diberikan oleh warga sekitar, namun tidak diindahkan oleh korban. 

“Palang sudah ditutup, tapi bapaknya tetap menerobos tanpa melihat kereta yang datang. Warga juga sudah berteriak mengingatkan,” kata Mustafirin. 

Dijelaskan lebih lanjut, laju Kereta Api Harina yang datang dari arah barat menuju Stasiun Poncol tidak dapat dihentikan secara mendadak. Sepeda motor yang telah berada di atas rel akhirnya tertabrak, sehingga korban terpental beberapa meter dari titik benturan. 

“Korban sempat mengerem, tapi roda depan sudah masuk jalur. Setelah tertabrak, korban terpental sekitar tiga sampai empat meter,” ungkapnya. 

Akibat benturan tersebut, luka berat dialami korban, terutama pada bagian kepala dan kaki. Selain itu, diketahui korban tidak menggunakan helm saat berkendara, sehingga memperparah kondisi saat kecelakaan terjadi. 

Proses evakuasi terhadap korban telah dilakukan oleh petugas kepolisian bersama relawan yang berada di lokasi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUP Dr. Kariadi untuk penanganan lebih lanjut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait