Dinkes dan PMI Kabupaten Tegal Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga
AIR BERSIH - Sejumlah warga mengantre air bersih yang digelontorkan Dinkes yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Tegal.Foto: Yeri Noveli/diswayjateng.id--
SLAWI, diswayjateng.id – Di tengah musim kemarau yang membawa krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, kepedulian hadir bak oase di padang tandus. Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih bagi ratusan keluarga yang terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr. Ruszaeni, mengatakan bahwa meski beberapa hari terakhir hujan mulai turun, namun masih ada desa-desa yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dari karyawan Dinas Kesehatan. Semoga bisa meringankan beban masyarakat yang setiap hari harus berjuang demi seteguk air,” ujarnya penuh harap.
Distribusi dilakukan dalam tiga titik. Trip pertama berlangsung di Desa Timbang Reja, Kecamatan Lebaksiu, dengan menyalurkan 6.000 liter air bersih untuk 109 kepala keluarga atau 470 jiwa. Trip kedua di Desa Ringin Jenggot, Kecamatan Balapulang, sebanyak 4.000 liter untuk 100 kepala keluarga atau 428 jiwa. Sementara trip ketiga menyasar Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, dengan 6.000 liter air bersih yang dibagikan kepada 152 kepala keluarga atau 680 jiwa.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Ajak Perusahaan Galang CSR Peduli Gizi, Targetkan Turunkan Stunting
BACA JUGA:Pastikan Usaha Aman dan Bersih, Dinkes kabupaten Tegal Imbau untuk Urus Sertifikat Laik Sehat
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi musim pancaroba. “Kekeringan ini bukan hanya soal sulitnya air, tapi juga soal kesehatan. Kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan dan tidak putus asa menghadapi kondisi ini,” pesannya.
Bantuan air bersih yang mengalir ke jerigen-jerigen sederhana di halaman rumah warga ini disambut dengan wajah penuh syukur. Bagi mereka, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan harapan untuk bertahan hidup.
Sementara itu, di Desa Ringin Jenggot, seorang pemuda bernama Hendra (28) mengaku lega atas distribusi air kali ini. “Air ini sangat berarti, apalagi buat anak-anak dan orang tua. Terima kasih buat pemerintah dan PMI. Semoga bisa terus ada sampai hujan benar-benar rutin,” ujarnya sambil membantu tetangganya mengangkat ember.
Bagi warga Lebaksiu Kidul, air bersih bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk menjaga ibadah mereka tetap terjaga. “Air wudu sering kami hemat-hemat. Alhamdulillah sekarang bisa agak lega,” kata Saeful (55), tokoh masyarakat setempat.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Rakor Perizinan Nakes, Perkuat Pemahaman SIP dan SKP
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Ajak Orang Tua dan Guru Sukseskan BIAS 2025
Seiring berjalannya distribusi air, tawa anak-anak yang ikut bermain di sekitar truk tangki seolah menjadi pengingat sederhana: betapa berharganya setetes air di tengah kekeringan. Bagi warga Tegal, air kali ini bukan sekadar cairan penawar dahaga, melainkan simbol harapan dan solidaritas. (adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
