Aneh Tapi Nyata! Dapur MBG di Blora Bersanding Tempat Sampah Aktif
KEJADIAN - Sorotan tajam tertuju pada pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. - diswayjateng/ezra ---
BLORA, diswayjateng.id – Sorotan tajam tertuju pada pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Bagaimana tidak, fasilitas penunjang gizi masyarakat tersebut didirikan persis di samping lokasi pengelolaan sampah.
Pantauan di lokasi, pada papan informasi yang tertempel di tembok bangunan tertera nama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambongrejo Tunjungan, Mitra Yayasan Bhumyamca TNI AL.
BACA JUGA: 351 Warga Terdampak Dugaan Keracunan MBG Purworejo, DPR Minta Audit SPPG
BACA JUGA: Pajak Daerah Batang Sudah 100 Persen Cashless, BPKPAD Ungkap Cara Tekan Kebocoran
Keberadaan dapur yang bersanding langsung dengan tumpukan sampah ini lantas memicu kekhawatiran terkait aspek kebersihan dan kesehatan.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, membenarkan kondisi tersebut usai turun langsung mengecek lokasi bangunan. Ia menegaskan, hingga saat ini dapur SPPG itu belum beroperasi karena belum mengantongi izin operasional maupun persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Artika mengaku sudah memberikan teguran keras dan meminta pihak mitra untuk segera membersihkan serta menutup area pengelolaan sampah di sekitarnya.
"Kami sudah pernah ke sana dan memberi tahu kepada mitranya kalau itu dekat dengan pembuangan. Kami minta segera dibersihkan atau ditutup," kata Artika saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/9/2026).
Menurut Artika, meski ada klaim lokasi pengelolaan sampah itu sudah tidak aktif, langkah penutupan total wajib dilakukan. Jika dipaksakan buka tanpa sterilisasi, potensi timbulnya bahaya kesehatan sangat tinggi.
"Kalau misalnya nanti dapurnya beroperasional, otomatis menjadi kerawanan, mengingat itu dulu pembuangan sampah. Otomatis ada sisa-sisa sampah dan bakteri yang tertinggal di situ," ujarnya.
Tak hanya soal bakteri, posisi dapur yang mepet tempat sampah dipastikan mengganjal proses perizinan resmi, khususnya saat pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Yang jelas saat pengajuan SLHS akan tidak lolos. Karena untuk berdekatan seperti itu tidak boleh sesuai dengan ketentuan," tegas Artika.
Kades Buka Suara: Pengelolaan Sampah Masih Aktif Saban Hari
Keterangan mengejutkan datang dari Kepala Desa Sambongrejo, Siswadi. Ia membantah jika lokasi pengelolaan sampah di samping SPPG tersebut dikatakan sudah mati atau tidak beroperasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: