Dapur MBG Sukorejo 2 Blora Disuspend Permanen, Kepala Dapur Dicopot
Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora. - diswayjateng/ezra ---
BLORA, diswayjateng.id — Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 di Kecamatan Tunjungan resmi dijatuhi sanksi pembekuan (suspend) permanen, sementara kepala dapur setempat langsung dicopot dari jabatannya.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono, saat menggelar inspeksi mendadak ke Dapur SPPG Sukorejo 2, Jumat (11/9/2026). Dalam inspeksi tersebut, Trenggono didampingi oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Hj Sri Setyorini selaku Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Blora, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Forkopimcam Tunjungan.
Trenggono mengungkapkan, berdasarkan peninjauan fisik dan operasional, kondisi Dapur SPPG Sukorejo 2 dinilai sangat tidak layak serta mengabaikan prosedur operasional standar (SOP) sanitasi dan pengolahan pangan.
BACA JUGA: Tim Gabungan Siap Sisir Pelanggaran Parkir di Kota Tegal
“Perlu saya sampaikan bahwa ini kejadian fatal. Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas, kita suspend berat hingga suspend permanen. Saya lihat dapurnya sangat tidak layak dan banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan. Setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen,” ujar Trenggono.
Selain pembekuan fasilitas dapur, BGN juga mencopot Afif Djaelani dari posisinya sebagai Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 karena dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pemenuhan SOP.
Terkait dugaan pelanggaran hukum, BGN menegaskan masih menunggu hasil uji laboratorium serta investigasi menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Sebelum melakukan sidak, rombongan BGN dan Pemerintah Kabupaten Blora juga menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan di RSUD dr R Soetijono Blora dan RS PKU Muhammadiyah Blora. Kondisi para siswa dilaporkan terus membaik dan dalam proses pemulihan.
Minim Komunikasi dan Evaluasi Lintas Sektor
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi langkah cepat BGN dalam merespons kasus keracunan ini. Arief menyoroti masih minimnya komunikasi dari pengelola atau koordinator MBG di lapangan dengan pemerintah daerah.
Guna mencegah kejadian serupa, Pemkab Blora mendorong dibentuknya forum evaluasi berkala secara lintas sektoral yang melibatkan Satgas MBG, dinas kesehatan, serta unsur pimpinan daerah.
BACA JUGA: Lahan TPA Landoh Ditinjau Kementerian, Pemkab Rembang Matangkan Rencana Pembangunan Fasilitas RDF
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: