5 Hektare Lahan Rob Batang Dibidik untuk Budidaya Nila Salin

Selasa 29-09-2026,11:52 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

Kawasan mangrove, misalnya, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi lokasi budidaya kepiting.

“Di samping nila itu, yang paling gampang ya nila. Kalau potensinya memang bisa banyak sekali, atau mungkin nanti di mangrove-mangrove itu bisa difungsikan untuk budidaya kepiting,” kata Budhi.

Namun, nila salin dianggap lebih realistis untuk tahap awal karena teknologi budidayanya relatif sederhana.

“Nila itu lebih gampang, teknologinya sederhana,” ujarnya.

Pengembangan lima hektare di Kesepuhan nantinya akan menjadi tahap awal sebelum pemerintah melihat kemungkinan perluasan ke kawasan lain.

Jika kondisi memungkinkan, pengembangan diarahkan menuju Denasri Wetan dan Denasri Kulon.

Namun, perluasan tersebut tetap bergantung pada pengendalian rob.

Pemerintah daerah masih perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat infrastruktur pengendali rob, termasuk upaya penanganan tanggul dan kawasan yang masih rentan terhadap genangan.

“Harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut sampai dengan Denasri Wetan, Denasri Kulon. Sambil kita melakukan upaya dengan berbagai pihak agar bisa dikendalikan laju rob tersebut tidak terlalu dalam,” tutur Budhi.

Dengan demikian, pengembangan nila salin di Batang bukan sekadar mencari komoditas baru.

Program tersebut diarahkan untuk menguji apakah lahan yang selama bertahun-tahun kehilangan produktivitas masih dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir.

Tahap awal lima hektare di Kesepuhan akan menjadi titik uji sebelum rencana pemanfaatan lahan perikanan seluas sekitar 127 hektare tersebut diperluas.

Kategori :