Cerita Sirene 80 Ambulans yang Membelah Jalanan Batang

Minggu 27-09-2026,12:48 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

 

Sirene yang Menyimpan Cerita

Bagi warga yang mendengar sirene dari kejauhan, ambulans mungkin hanya terlihat sebagai kendaraan yang sedang terburu-buru.

Bagi keluarga pasien, ambulans adalah kendaraan yang membawa harapan agar orang yang sedang sakit segera mendapatkan pertolongan.

Bagi sopirnya, ambulans adalah kendaraan yang harus terus bergerak.

Mbah Parno dan para sopir lainnya tidak tahu kapan perjalanan benar-benar berakhir.

Ketika pasien sudah diturunkan, mereka tidak serta-merta pulang.

Telepon bisa berbunyi lagi. Pesan WhatsApp bisa masuk lagi. Ada pasien yang harus dijemput. Ada pasien yang harus dirujuk.

Ada keluarga yang harus diantar pulang. Dan mesin harus kembali dinyalakan.

Karena itu, permintaan Mbah Parno kepada pengguna jalan terdengar sederhana.

Ia meminta pengendara memberi ruang ketika ambulans menyalakan sirene.

“Kalau ada mobil ambulans yang menyalakan sirene, untuk memberi kesempatan melintas. Jangan sampai menunggu sirene panjang berbunyi,” ujarnya.

Sejak Rabu, jalanan Bawang telah menyimpan suara yang sama: sirene ambulans.

Di balik suara itu ada 589 kasus yang tercatat dalam penanganan hingga Sabtu pagi. Ada 127 pasien yang masih dirawat.

Ada tenaga medis yang bekerja menangani pasien. Ada keluarga yang menunggu kabar.

Dan ada para sopir yang duduk di balik kemudi, menahan kantuk, mengatur napas, menghitung sisa BBM, lalu kembali berangkat.

Mereka mungkin tidak tercatat dalam angka pasien. Tetapi tanpa kendaraan yang bergerak, sebagian pasien akan lebih sulit mencapai tempat pertolongan.

Kategori :