BATANG, diswayjateng.id - Sirene ambulans menjadi suara yang berulang di jalan-jalan Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, sejak Rabu, 23 September 2026.
Suaranya terdengar dari kejauhan. Makin dekat, lalu berhenti di depan Puskesmas Bawang. Beberapa menit kemudian, sirene lain kembali terdengar.
Satu ambulans membawa pasien. Ambulans berikutnya menjemput. Sebagian kendaraan melaju menuju rumah sakit rujukan, sebagian kembali ke Bawang untuk menjemput pasien lain.
Begitu terus selama beberapa hari. Suara sirine membelah jalanan Batang.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Keracunan MBG Bawang Batang Tembus 589 Orang
BACA JUGA: Temuan di Dapur SPPG Bawang Bikin Marah Waka BGN
Di tengah penanganan kasus dugaan keracunan setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan layanan SPPG Bawang, angka pasien terus bergerak naik.
Hingga Sabtu, 26 September 2026 pukul 07.00 WIB, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat 589 kasus dalam penanganan. Dari jumlah itu, 127 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 381 pasien tercatat menjalani rawat jalan dan 180 pasien dirujuk dari Puskesmas Bawang.
Namun, angka tersebut hanya menggambarkan satu sisi dari peristiwa.
Ada cerita lain yang berlangsung di jalanan.
BACA JUGA: BGN Turun ke Batang: Cek Korban, Dapur hingga Copot Kepala SPPG Bawang
BACA JUGA: Komisi IV DPRD Batang Beri Waktu 2 Bulan Benahi Dapur SPPG Usai Kasus Bawang
Cerita tentang para sopir ambulans yang berhari-hari bergerak dari rumah pasien ke puskesmas, dari puskesmas ke rumah sakit, lalu kembali lagi ke Bawang.
Mereka tidak berada di ruang rapat ketika penanganan kasus dibahas.
Mereka berada di balik kemudi. Dari satu pasien ke pasien berikutnya