Pengelola SPPG Bawang Minta Maaf, Operasional Off Usai Dugaan Keracunan MBG

Kamis 24-09-2026,14:20 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

Menurut Tutut, menu tersebut bukan pertama kali diberikan kepada penerima manfaat. Menu yang sama sudah pernah dibagikan sebelumnya dengan prosedur yang sama.

“Menu itu sudah diberikan dua kali dengan menu yang sama, dengan SOP yang sama,” ujarnya.

Tutut mengaku pihak pengelola belum mengetahui penyebab kejadian tersebut.

“Kita juga tidak ngerti kenapa bisa terjadi seperti ini,” katanya.

Ia menjelaskan, bahan baku makanan biasanya didatangkan sehari sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

Proses memasak di dapur SPPG dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Bahan baku yang masuk ke dapur harus dalam kondisi baik dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Bahan baku yang dikirim ke dapur itu harus bahan baku yang bagus, yang fresh, dengan kualitas yang bagus,” ujar Tutut.

Namun, keterangan mengenai standar bahan baku tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan.

Penyebab pasti dugaan keracunan masih membutuhkan pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut.

SPPG Bawang Hentikan Operasional

Kepala SPPG Bawang Agung Dendi Santoso mengatakan, dapur SPPG untuk sementara menghentikan operasional.

“Untuk sementara off operasional dulu, Pak,” kata Agung.

Agung belum dapat memastikan kapan operasional dapur akan kembali berjalan.

Menurut dia, penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh setelah munculnya dugaan keracunan.

Evaluasi akan mencakup bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga relawan yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG.

“Kita akan mengevaluasi total, entah itu dari bahan bakunya, dari proses masaknya, ataupun dari kerelawannya juga,” ujarnya.

SPPG Bawang diketahui melayani sekitar 2.595 penerima manfaat.

Kategori :