Temuan di Dapur SPPG Bawang Bikin Marah Waka BGN
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI (Purn.) Trenggono di SPPG Bawang, Sabtu 26 September 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono -
BATANG, diswayjateng.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI (Purn.) Trenggono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten BATANG, Sabtu 26 September 2026.
SPPG Bawang menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian BGN setelah muncul dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang.
Trenggono bersama jajaran BGN memeriksa langsung kondisi dapur yang menjadi tempat pengolahan makanan untuk penerima manfaat.
Pemeriksaan dilakukan dengan melihat alur kerja hingga fasilitas yang digunakan dalam proses penyediaan makanan.
BACA JUGA: BGN Turun ke Batang: Cek Korban, Dapur hingga Copot Kepala SPPG Bawang
BACA JUGA: Komisi IV DPRD Batang Beri Waktu 2 Bulan Benahi Dapur SPPG Usai Kasus Bawang
Dari sidak tersebut, BGN menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu segera dibenahi. Persoalan itu antara lain berkaitan dengan alur pengolahan bahan makanan, fasilitas dapur, hingga ketersediaan personel atau relawan.
Trenggono menilai sebagian mekanisme pengolahan bahan makanan di SPPG Bawang belum berjalan sesuai prosedur yang semestinya.
“Yang jelas gini, saya lihat dapur memang banyak hal-hal yang harus dibenahi. Jadi seperti-seperti tadi ya, mungkin IPAL-nya sudah sesuai, tapi banyak alur mekanisme bahan ini yang tidak pas,” kata Trenggono, Sabtu 26 September 2026.
Ia menjelaskan, kondisi bangunan juga menjadi salah satu perhatian dalam pemeriksaan. Menurut Trenggono, bangunan yang digunakan sebagai dapur SPPG tersebut sebelumnya merupakan bangunan bekas koperasi.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Keracunan MBG Bawang Batang Capai 521 Pasien
BACA JUGA: Dampak Keracunan Batang, Pengawasan MBG di Kendal Diperketat, SPPG Disidak hingga Tengah Malam
“Karena ini ternyata bangunan bekas koperasi yang dibuat dapur, mungkin banyak hal yang kurang sesuai,” ujarnya.
Selain kondisi bangunan, BGN menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai belum memadai untuk mendukung aktivitas dapur dengan jumlah penerima manfaat yang cukup banyak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
