Batang Tahan Pangan, Tapi Lahan Rob Belum Selesai

Sabtu 19-09-2026,07:45 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Hanif juga mendorong pemerintah daerah di wilayah pesisir yang mengalami degradasi untuk menyiapkan langkah mitigasi.

Menurut dia, upaya tersebut dapat dilakukan melalui teknik sipil dan vegetasi. Pelaksanaannya tetap membutuhkan persetujuan masyarakat karena terdapat lahan yang harus digunakan atau dilewati.

Hanif menilai langkah teknis yang sudah dapat dilakukan tidak perlu menunggu pembangunan infrastruktur besar.

"Kita enggak usah tunggu Giant Sea Wall dulu dibangun, tetapi yang jelas secara teknis itu yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakan saja dulu sekarang," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Biosalin ditempatkan sebagai salah satu bentuk adaptasi terhadap kondisi lahan pesisir. Persoalannya kemudian bukan hanya apakah padi mampu tumbuh di tanah salin, tetapi apakah model tersebut dapat dipertahankan dan diperluas.

Produktivitas Masih Harus Diuji

Dari sisi produktivitas, Hanif menyebut hasil pemaparan menunjukkan angka sekitar enam ton lebih per hektare. Namun, ia memberi catatan bahwa angka tersebut belum dapat langsung menjadi patokan umum produktivitas Biosalin.

"Angka itu tentu perlu diuji dengan berbagai macam uji tempat, uji lokasi," katanya.

Pengujian di berbagai lokasi diperlukan karena kondisi lahan dan tingkat salinitas dapat berbeda. Meski demikian, kemampuan padi untuk tetap menghasilkan bulir di tengah salinitas tinggi dinilai menjadi hal penting.

"Yang penting bahwa di dalam salinitas yang cukup tinggi ini, ternyata ada padi yang masih mampu berproduksi," ujar Hanif.

Ia juga melihat kondisi fisiologis tanaman dan bulir padi yang cukup padat saat panen sebagai hal yang perlu dikaji lebih lanjut.

Karena itu, panen di Kasepuhan belum menjadi akhir pengujian. Justru dari lahan tersebut, proses pembuktian dan pengembangan berikutnya dimulai.

Benih Menjadi Pekerjaan Berikutnya

Setelah persoalan lahan mulai mendapatkan jawaban, tantangan berikutnya adalah ketersediaan benih. Bupati Batang Faiz mengatakan pengembangan Biosalin membutuhkan ekosistem dari hulu hingga hilir.

"Yang tadi dari penyampaian beliau-beliau, kita belajar bahwa memang isu-isu untuk padi Biosalin ini adalah bibitnya," kata Faiz.

Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan tempat pembibitan, menentukan areal tanam, serta menata pengelolaan setelah panen.

"Bagaimana ada nanti tempat pembibitannya, terus kemudian mana di areal tanamnya dan lain sebagainya itu yang perlu kita siapkan sampai kemudian pascapanennya," ujarnya.

Wamenko Hanif juga menaruh perhatian pada persoalan benih. Ia berharap hasil panen tidak seluruhnya langsung masuk ke penggilingan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sumber benih.

Kategori :