SLAWI, diswayjateng.id – Bencana tak pernah mengenal batas wilayah. Kesadaran itulah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III PMI Provinsi Jawa Tengah Semester II Tahun 2026 yang digelar di Guci Sun Qta Hotel, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jumat-Sabtu (4-5/9). 11 PMI di Korwil III Jateng bersatu hadapi bencana.
Ketika banjir datang, longsor menerjang, kekeringan melanda hingga kebutuhan darah mendesak, persoalan kemanusiaan tak bisa diselesaikan dengan bekerja sendiri-sendiri.
Dalam forum yang mempertemukan PMI dari 11 kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Pekalongan dan eks Karesidenan Banyumas tersebut tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan evaluasi program.
Rakorwil menghasilkan langkah konkret berupa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah Korwil III PMI Provinsi Jawa Tengah. Kesepakatan itu diteken oleh 11 Ketua PMI kabupaten/kota se-Korwil III. Kerja sama tersebut menjadi penegasan bahwa menghadapi bencana, PMI tidak boleh berjalan sendiri.
BACA JUGA:Usung Gelora Semesta, Semangat 35 Tahun SMA N 3 Slawi Terus Menyala
BACA JUGA:Sambut Hari Pramuka ke-65, Kwarran Tegal Timur Gelar Estafet Tunas Kelapa 2026
Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Haryanto memberikan apresiasi terhadap konsistensi PMI kabupaten/kota di Korwil III yang dinilai aktif menjaga komunikasi dan koordinasi.
Menurutnya, pertemuan Korwil III secara rutin digelar dua kali dalam setahun. Forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyamakan langkah sekaligus memperkuat jaringan pelayanan kemanusiaan.
“Pertemuan rutin ini penting untuk menjaga koordinasi dan komunikasi antar-PMI kabupaten/kota. Dengan begitu, ketika terjadi persoalan kemanusiaan, kita bisa bergerak lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Rakorwil juga membahas sejumlah program strategis yang akan diusulkan kepada PMI Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya penguatan kapasitas relawan melalui rencana latihan gabungan bersama relawan PMI se-Korwil III.
BACA JUGA:Polres Tegal Bekali Siswa TKJ SMK Peristek dengan Pemanfaatan Teknologi AI
BACA JUGA:Soroti Kasus Kekerasan Seksual, GMNI Tegal Desak Perda TPKS
Latihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Sebab, kesiapsiagaan relawan menjadi salah satu kunci ketika bencana datang secara tiba-tiba.
Tuan rumah Rakorwil, Kabupaten Tegal, membawa pengalaman nyata tentang bagaimana persoalan kemanusiaan membutuhkan gerak cepat dan jaringan yang kuat.
Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud yang membuka Rakorwil mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, PMI selama ini telah menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat.