23 Kebakaran Lahan Terjadi di Batang, 14 Kasus Dipicu Bakar Sampah

23 Kebakaran Lahan Terjadi di Batang, 14 Kasus Dipicu Bakar Sampah

Kebakaran lahan tebu di Kabupaten Batang -ist-

BATANG, diswayjateng.id – Musim kemarau mulai membawa ancaman baru bagi Kabupaten BATANG. Data pemadam kebakaran mencatat 23 kejadian kebakaran lahan terjadi sepanjang 10 Mei hingga 29 Agustus 2026.

Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Warungasem, Banyuputih, Subah, Kandeman, Batang, Tulis, Gringsing, Limpung hingga Pecalungan. Sebagian besar kejadian berhasil ditangani sebelum api berkembang lebih luas.

Dari 23 kejadian yang tercatat, 14 kasus diketahui dipicu pembakaran sampah yang merembet ke lahan. Kondisi vegetasi yang kering selama musim kemarau membuat api dari aktivitas pembakaran sampah lebih mudah menjalar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan kelalaian manusia menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Warga diminta tidak meninggalkan api setelah melakukan pembakaran sampah, terutama ketika kondisi lingkungan kering.

BACA JUGA: Pekerja Pabrik Mainan Bergejolak, Pemkab Batang Sentil Komunikasi Waxinda

BACA JUGA: Kejar Target 3.000 Pekerja, Daker Batang Jemput Bola ke Alumni SMK

"Penyebab utama didominasi kelalaian warga yang membakar sampah lalu ditinggal, sehingga api merembet ke vegetasi kering. Kebanyakan obyek yang terbakar adalah lahan tebu dan area Perhutani," ujar Wawan.

Terjadi di Banyak Wilayah

Catatan kejadian menunjukkan kebakaran lahan mulai muncul pada 10 Mei 2026 di Desa Lebo, Kecamatan Warungasem. Saat itu, lahan perkebunan seluas sekitar 1.000 meter persegi terbakar.

Memasuki Juli, kejadian mulai muncul di beberapa wilayah. Pada 6 Juli, lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, terbakar akibat pembakaran sampah yang merembet.

Kebakaran lahan kembali terjadi pada 14 Juli di Desa Jatisari, Kecamatan Subah, dengan luas sekitar 120 meter persegi. Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, dengan luas lahan sekitar 4.800 meter persegi.

Sehari kemudian, pada 16 Juli, lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi di Desa Sembojo, Kecamatan Tulis, terbakar. Data mencatat penyebabnya kembali berasal dari pembakaran sampah yang merembet.

Kejadian berikutnya tercatat di Desa Botolambat, Kecamatan Kandeman, pada 23 Juli. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2.000 meter persegi dan penyebabnya juga tercatat sebagai pembakaran sampah yang merembet.

Agustus, Kebakaran Terus Muncul

Memasuki Agustus, catatan kebakaran lahan belum menunjukkan tanda berhenti. Sebanyak 12 kejadian tercatat sepanjang 1 hingga 29 Agustus 2026.

Pada 1 Agustus, kebakaran terjadi di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, dengan luas sekitar 500 meter persegi. Penyebabnya tercatat sebagai pembakaran sampah yang merembet.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: