Limbah Tulang Sapi Disulap Jadi Pupuk Kalsium, Warga Kutowinangun Raup Cuan

Limbah Tulang Sapi Disulap Jadi Pupuk Kalsium, Warga Kutowinangun Raup Cuan

Limbah tulang sapi diolah menjadi tepung pupuk kalsium oleh Sofian Nur Rohim, warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id — Siapa sangka limbah tulang sapi yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai ternyata bisa menjadi peluang usaha sekaligus produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Peluang tersebut dimanfaatkan Sofian Nur Rohim, warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Di tangannya, tumpukan tulang sapi diolah menjadi tepung tulang yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk kaya kalsium untuk tanaman.

Usaha tersebut berawal dari kebiasaan orang tua Sofian yang sebelumnya hanya memasok tulang sapi mentah ke pabrik. Melihat adanya potensi ekonomi dari bahan yang selama ini hanya menjadi limbah, Sofian kemudian mencoba mengolah tulang sapi sendiri di rumah.

Percobaan tersebut perlahan berkembang setelah Sofian melihat tingginya kebutuhan pupuk kalsium di kalangan petani. Tepung tulang sapi yang diproduksinya kemudian mulai dimanfaatkan oleh petani sebagai alternatif sumber kalsium untuk tanaman.

BACA JUGA: Festival Kuliner Kecap Cap Kakap Dorong UMKM Lokal dan Perkuat Ekosistem Ekonomi Semarang

BACA JUGA: Bupati Setyo Hadi Sampaikan Postur RAPBD 2027 di Rapat Paripurna DPRD Grobogan, Ini Rinciannya

“Manfaatnya itu bisa sebagai kalsium untuk pertumbuhan tanaman, memperkuat akar, untuk pembungaan, juga nanti kalau pakai tepung tulang ini pertumbuhan tanamannya jadi baik,” ujar Sofian Nur Rohim, produsen pupuk tulang sapi, Senin (7/9/2026).

Usaha pengolahan tepung tulang sapi tersebut kini telah berjalan hampir dua tahun. Seiring meningkatnya permintaan, Sofian tidak hanya mengandalkan pasokan bahan baku dari wilayah sekitar, tetapi juga mendatangkan tulang sapi dari Kebumen hingga luar kota.

Produk pupuk tersebut dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau bagi petani. Untuk pembelian eceran, tepung tulang sapi dijual sekitar Rp9.000 per kilogram, sedangkan pembelian dalam jumlah grosir dibanderol Rp8.000 per kilogram.

Menurut Sofian, produk tersebut juga mulai digunakan oleh sejumlah petani di wilayah Kebumen. Tepung tulang sapi menjadi pilihan karena petani dapat memperoleh sumber kalsium dari bahan yang diolah langsung dari tulang sapi.

BACA JUGA: 13.719 KPM di Grobogan Terindikasi Judi Online, Dinsos Setempat Buka Ruang Sanggah Melalui Ini

BACA JUGA: Pemkab Rembang Tahan Hibah Rp13 M: Masjid Telanjur Dibongkar Warga, PDIP-PPP Mengamuk!

“Kalau pemasaran wilayah Kebumen sudah banyak yang memakai tepung tulang sapi ini. Biasanya petani mengambil di toko-toko dan menggunakan pupuk kalsium, sedangkan ini bahannya langsung dari tulang sapi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: