Kejar Target 3.000 Pekerja, Daker Batang Jemput Bola ke Alumni SMK

Senin 07-09-2026,18:39 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M. Fatkhurohman

Disnaker juga mulai mendatangi sejumlah titik untuk menyosialisasikan Batang Karir sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Kegiatan pertama telah dilakukan di SMK Muhammadiyah Bawang. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 alumni SMK hadir untuk mendapatkan informasi mengenai peluang kerja yang tersedia.

Kegiatan berikutnya dilaksanakan di SMK 1 Blado. Dari hampir 1.000 alumni yang terdaftar di Batang Karir, sekitar 550 orang hadir dalam kegiatan tersebut dan sekitar 300 orang di antaranya mulai masuk proses rekrutmen.

Disnaker Batang kemudian menjadwalkan kegiatan berikutnya di SMK Maarif Limpung pada 9 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Disnaker menargetkan menghadirkan tiga perusahaan untuk membuka kesempatan perekrutan secara langsung.

Konsep yang digunakan bukan sekadar sosialisasi informasi lowongan kerja. Perusahaan dibawa langsung ke lokasi sehingga pencari kerja dapat mengikuti walk-in interview dan proses rekrutmen pada kesempatan yang sama.

“Setiap kita hadir menerangkan Batang Karir Informasi Kerja, kita membawa perusahaan untuk walk-in,” jelas Suprapto.

Strategi tersebut diharapkan memangkas jarak antara pencari kerja dan perusahaan. 

Mereka yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dapat langsung mengikuti proses seleksi, bahkan data pelamar dapat langsung dibawa perusahaan untuk diproses lebih lanjut.

Suprapto mengatakan, mulai September 2026 Disnaker menargetkan sedikitnya 400 tenaga kerja dapat direkrut setiap bulan melalui DAKER. Target tersebut belum termasuk penempatan yang berasal dari program non-APBD.

Jika ritme penempatan tersebut mampu dipertahankan hingga akhir tahun, Disnaker optimistis selisih menuju target 3.000 pekerja dapat dikejar. 

Karena itu, pola jemput bola menjadi salah satu strategi utama pada sisa waktu 2026. DAKER juga tidak hanya mengandalkan penyaluran tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan.

Disnaker Batang turut menggandeng sembilan BLK swasta untuk memperkuat pelatihan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Menurut Suprapto, keberadaan BLK swasta memungkinkan calon tenaga kerja mendapatkan pelatihan di lokasi yang lebih dekat. Dengan demikian, masyarakat tidak harus berbondong-bondong menuju satu balai latihan kerja untuk memperoleh peningkatan keterampilan.

“Jadi tidak harus berduyun-duyun datang ke BLK, tapi di mana BLK swasta terdekat bisa untuk pelatihan nanti,” ujarnya.

Pola tersebut sekaligus memperluas ekosistem DAKER dari sekadar program penempatan menjadi rangkaian layanan yang mencakup informasi pasar kerja, rekrutmen, pelatihan, hingga penempatan. Bagi Pemkab Batang, tantangan berikutnya bukan hanya mengejar angka 3.000 penempatan. 

Program DAKER juga dituntut mampu mempertemukan pencari kerja dengan pekerjaan yang sesuai, sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan. “Target 3.000 kita, minimal,” tegas Suprapto.

Kategori :