"Jangan sampai semangat itu mengikuti anggaran, tapi semangat melebihi anggaran yang ada," ujar Suyono.
Menurut Suyono, atlet harus memiliki jiwa petarung dan semangat tinggi. Mereka juga diminta fokus terhadap tujuan ketika bertanding.
Sebab, para atlet tidak hanya membawa nama pribadi. Mereka juga membawa nama Kabupaten Batang di tingkat Jawa Tengah.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bonus bagi atlet yang meraih medali. Suyono menyebut besaran bonus mengacu pada pemberian tahun sebelumnya.
Untuk peraih emas, bonus tahun sebelumnya mencapai Rp5 juta. Sementara bonus medali perak dan medali lainnya berada di bawah nominal tersebut.
Bagi Sandria, semua dukungan itu akhirnya bermuara pada satu arena. Latihan selama dua bulan akan diuji ketika pertandingan Popda benar-benar dimulai.
Ia memang baru pertama kali mengikuti Popda. Namun, rasa percaya diri sudah tumbuh bersama latihan pagi, sore, dan kebersamaan tim.
Dari Gringsing, Sandria kini bersiap menuju panggung yang lebih besar. Bersama 115 atlet lainnya, ia membawa target Batang untuk pulang dengan lebih banyak medali.
Popda Jateng 2026 bukan sekadar agenda olahraga pelajar. Bagi para atlet, inilah saatnya membuktikan bahwa latihan panjang punya hasil.
Empat emas sudah ditargetkan. Tinggal bagaimana Sandria dan kawan-kawan mengubah target itu menjadi kenyataan di arena.