Baru Pertama Ikut Popda Jateng, Sandria Target Medali untuk Batang

Kamis 27-08-2026,12:05 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

Kontingen tersebut terdiri atas 116 atlet, 36 pelatih, dan enam official. Mereka akan berlaga pada Popda Jawa Tengah yang berlangsung 1-6 September 2026.

Tahun ini terdapat perubahan penting dalam pelaksanaan Popda. Sistem yang digunakan dari tingkat provinsi adalah semi-open dengan peserta jenjang SD, SMP, hingga SMA.

"Kalau sekarang semi-open," ujar Riana.

Batang juga menyesuaikan dengan aturan tersebut. Atlet yang dikirim diprioritaskan berdasarkan potensi mereka dalam menyumbangkan medali.

Total terdapat 17 cabang olahraga yang diikuti kontingen Batang. Beberapa di antaranya atletik, bola basket, bola voli indoor, sepak takraw, dayung, dan bulu tangkis.

Kemudian ada tenis lapangan, tinju, karate, taekwondo, panahan, pencak silat, tenis meja, panjat tebing, renang, dan balap sepeda.

Target prestasinya pun dinaikkan. Kontingen Batang membidik empat medali emas, enam perak, dan empat perunggu.

Kepala Disparpora Batang Ulul Azmi mengatakan pihaknya berharap prestasi tahun ini bisa melampaui capaian sebelumnya.

"Harapannya melebihi prestasi tahun lalu," ujar Ulul Azmi.

Menurut Ulul, atlet yang dikirim telah melalui proses kurasi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang Batang meraih hasil maksimal.

Target empat emas menjadi tantangan tersendiri. Sebab, Batang harus meningkatkan jumlah emas dibandingkan capaian Popda tahun sebelumnya.

Pada Popda 2025, jenjang SD menyumbangkan dua medali perak. Sementara jenjang SMP meraih tiga medali perunggu.

Adapun jenjang SMA berhasil membawa pulang satu emas, satu perak, dan empat perunggu. Capaian tersebut kini menjadi pijakan untuk mengejar target baru.

Dari sisi dukungan, pemerintah daerah menyiapkan anggaran melalui APBD. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pengiriman kontingen pada Popda tingkat karisidenan dan provinsi.

Fasilitas yang diberikan mencakup akomodasi, transportasi, pakaian atlet, dan kaos cabang olahraga. Namun, sepatu tidak termasuk fasilitas yang diberikan kepada atlet.

Wakil Bupati Batang Suyono meminta para atlet tidak menjadikan anggaran sebagai batas semangat bertanding.

Kategori :