BATANG, diswayjateng.id - Dua bulan terakhir, hari-hari Sandria Rizkiana lebih banyak dihabiskan bersama bola voli.
Atlet 17 tahun asal Desa Gringsing itu sedang mempersiapkan debutnya di Popda Jawa Tengah 2026.
Latihan tidak lagi sekadar rutinitas. Menjelang pertandingan, porsi latihan tim bahkan ditambah menjadi pagi dan sore.
"Biasanya ditambah pagi sore, pagi sore gitu," kata Sandria, Kamis 27 Agustus 2026.
BACA JUGA: Deadline 4 September 2026, PPPK Paruh Waktu di Batang Auto Diperpanjang?
BACA JUGA: Pagilaran Punya Alam Cantik, Tapi Sungainya ada Sampah, Ini Respons Bupati Batang
Bagi Sandria, Popda Jateng 2026 akan menjadi pengalaman pertamanya. Meski begitu, ia mengaku timnya sudah siap menghadapi pertandingan.
Ketika ditanya mengenai lawan yang dianggap paling berat, jawabannya justru terdengar santai.
"Nggak ada sih, Pak. Aman," ujarnya.
Di balik jawaban singkat itu, ada persiapan sekitar dua bulan yang terus dijalani bersama tim.
BACA JUGA: Respons Aspirasi Nelayan, Bupati Batang Siapkan Rp5 Miliar untuk Kapal Keruk
Latihan rutin dilakukan tiga kali dalam sepekan. Intensitasnya kemudian ditambah ketika Popda semakin dekat.
Dari satu atlet inilah cerita kontingen Batang bermula. Sandria menjadi bagian dari 116 atlet yang akan membawa nama Kabupaten Batang ke Popda Jawa Tengah 2026.
Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disparpora Batang Riana Nuvi Andamdewi, S.IP., M.Si., mengatakan total kontingen mencapai 158 orang.