Sementara itu, laporan mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh Adi (40), warga Gilingan, Banjarsari, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan FTAM.
Menurut keterangan keluarga kepada polisi, FTAM mengalami perubahan kondisi setelah ibunya meninggal dunia. Persoalan keluarga juga disebut turut memengaruhi kondisinya.
Polisi memastikan tindakan pengamanan dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi lebih berbahaya, baik bagi FTAM, warga sekitar maupun petugas yang berada di lokasi.
“Yang bersangkutan selanjutnya dilimpahkan ke RSJ Kentingan untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya, sehingga situasi di lingkungan masyarakat kembali aman dan kondusif,” pungkas Kompol Edi.