TEGAL, diswayjateng.id – Merah Putih berkibar gagah di Lapangan Pemerintah Kabupaten Tegal, Senin (17/8/2026). Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung khidmat. Namun, di balik prosesi sakral itu, ada perjuangan seorang gadis Suradadi yang menempuh 25 kilometer setiap hari demi baki merah putih.
Dia adalah Yasyfa Kholiah, siswi kelas XI SMAN 1 Warureja. Gadis asal Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, itu dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki Paskibra dalam upacara tingkat Kabupaten Tegal.
Bagi Yasyfa, membawa baki bukan sekadar berdiri di tengah lapangan dengan seragam Paskibra. Ada perjalanan panjang, keringat, jarak, dan pengorbanan yang harus dilalui sebelum akhirnya namanya berdiri di barisan terdepan.
Yasyfa menjadi satu-satunya perwakilan SMAN 1 Warureja yang berhasil bertahan hingga tahap akhir. Dari lima siswa yang dikirim sekolahnya untuk mengikuti seleksi, hanya Yasyfa yang mampu menembus seluruh tahapan.
BACA JUGA:Pendaki Asal Brebes Tewas, Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Swafoto
BACA JUGA:Ketua Fraksi Gerindra Jateng Minta Kader Kawal Program Prabowo dan Lawan Hoaks
Mulai dari tes fisik, kesehatan, hingga pantukhir atau pemantauan akhir, semuanya dilewati dengan ketekunan. Bahkan, langkahnya sempat membawa Yasyfa mengikuti proses seleksi hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Perjuangannya semakin terasa ketika memasuki masa latihan intensif. Setiap hari, Yasyfa harus menempuh perjalanan pulang-pergi dari rumahnya di Kertasari menuju Lapangan Pemkab Tegal.
Jaraknya sekitar 25 kilometer. Waktu tempuh kurang lebih 45 menit sekali jalan.
Artinya, hampir setiap hari ia harus menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer hanya untuk berlatih. Tak jarang latihan baru selesai ketika hari mulai gelap dan Yasyfa tiba di rumah pada malam hari.
BACA JUGA:Plt Bupati Pati Minta Maaf atas Insiden Salah Ucap Sila Kedua Pancasila
BACA JUGA:Pengunjung Sidang Diduga Selundupkan Sabu ke Terdakwa di PN Semarang
Namun, jarak tak pernah menjadi alasan untuk menyerah.
Sebagai anak tunggal pasangan Wasmi dan Wahyo, Yasyfa justru menjadikan perjuangan tersebut sebagai jalan untuk membahagiakan kedua orang tuanya yang saat ini bekerja di luar kota.