Ancaman Gagal Panen, Jagung 2 Hektar di Rembang Diserang Hama Tikus

Ancaman Gagal Panen, Jagung 2 Hektar di Rembang Diserang Hama Tikus

Petani di Rembang Kendalikan Hama Tikus Cegah Gagal Panen. - diswayjateng/ezra vandika ---

REMBANG, diswayjateng.id - Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Lestari Desa Jukung, Kecamatan Bulu, Kabupaten REMBANG, Jawa Tengah, melakukan tindakan pengendalian hama tikus secara cepat guna mengantisipasi ancaman gagal panen komoditas jagung di wilayah setempat.

Ketua Poktan Ngudi Lestari Dwi Harsono di Rembang, Selasa, mengatakan serangan pengerat tersebut mengintai lahan tanaman jagung seluas kurang lebih dua hektar milik anggota kelompoknya, sehingga membutuhkan penanganan segera agar kerusakan tidak meluas.

"Kami mengajukan bantuan obat pembasmi hama dan responsnya sangat cepat dari dinas terkait. Kami mendapatkan bantuan sesuai yang diajukan dan langsung kami lakukan tindakan pengendalian di kebun," kata Dwi Harsono.

BACA JUGA:  10.741 Orang Ikut Karnaval Sukorejo 2026, Wakil Bupati Kendal: Paling Meriah!

BACA JUGA:  HUT RI, 71 Narapidana Rutan Rembang Terima Remisi, Satu Bebas Tepat pada 17 Agustus

Langkah pengendalian tersebut diawali dari pengajuan surat permohonan bantuan rodentisida bernomor 0058/ /BPP-Bulu/VII/2026 kepada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bulu.

Permohonan tersebut disetujui oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Binaan Desa Jukung Luluk Khoyrul Huda Al Munir setelah dilakukan inspeksi dan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bersama pengurus kelompok tani.

BACA JUGA:  Seorang Pria asal Karanganyar Diduga Terpengaruh Obat Mengacau di Masjid Shofa Solo

BACA JUGA:  Bau Menyengat hingga Masuk Rumah, Tumpukan Sampah di Jantung Kota Rembang Hantui Warga

Atas rekomendasi hasil pemeriksaan lapangan tersebut, Dintanpan Kabupaten Rembang mendistribusikan alokasi bantuan racun tikus sesuai kebutuhan para petani.

Pengaplikasian obat pembasmi hama dan tindakan pengendalian difokuskan pada titik-titik rawan untuk menekan populasi pengerat secara signifikan. Upaya masif ini diharapkan dapat mengamankan sisa tanaman jagung warga sekaligus mencegah persebaran hama ke area persawahan sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait