Warga Gendingan Batang Demo Pembangunan Kos 30 Kamar, Ini Alasannya

Senin 27-07-2026,22:53 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M Sekhun

Selain legalitas, warga meminta kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab apabila aktivitas pembangunan menyebabkan kerusakan jalan lingkungan. 

Hal serupa juga berlaku terhadap fasilitas umum yang terdampak selama proses pengerjaan proyek.

Warga mengusulkan adanya jaminan pascapembangunan untuk mengantisipasi kerusakan akibat aktivitas proyek. 

Namun, mekanisme jaminan tersebut masih menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan warga.

Warga Khawatir Dampak Pembangunan terhadap Banjir

Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah dampak pembangunan terhadap kondisi lingkungan. 

Hanifan mengatakan kawasan Gendingan selama ini disebut memiliki persoalan banjir.

Menurut dia, banjir telah beberapa kali terjadi sebelum pembangunan sejumlah bangunan baru di sekitar kawasan tersebut. 

Ia menilai bertambahnya bangunan perlu diikuti perencanaan drainase yang memadai.

"Kami khawatir kalau nanti dibangun rumah kos dua lantai dengan sekitar 30 kamar," ujar Hanifan.

Ia mengatakan kapasitas drainase menjadi perhatian warga apabila pembangunan tersebut berlanjut. Karena itu, warga meminta pengembang menjelaskan sistem pengelolaan air dan drainase yang akan diterapkan.

Selain drainase, warga juga meminta penjelasan mengenai sistem sanitasi dan pengelolaan limbah. 

Mereka juga menyoroti kelengkapan keselamatan bangunan, termasuk kebutuhan instalasi penangkal petir.

Menurut Hanifan, seluruh aspek tersebut perlu dipastikan sejak awal pembangunan. 

Tujuannya agar keberadaan rumah kos tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

Gapura Dibangun Swadaya, Warga Soroti Trotoar

Kedatangan warga juga berkaitan dengan persoalan fasilitas lingkungan di sekitar lokasi pembangunan. 

Hanifan mengatakan, warga sebelumnya memiliki gapura gang yang dibongkar ketika pembangunan ruko dilakukan beberapa tahun lalu.

Kategori :