Oase bagi Mereka yang Membutuhkan Layanan Kesehatan Gratis itu Bernama Program JKN

Jumat 24-07-2026,16:57 WIB
Reporter : Achmad Fazeri
Editor : Ismail F

Rinciannya, peserta PBI sebanyak 118.981.498 orang, PPU Penyelenggara Negara 21.061.407 orang, PPU Non Penyelenggara Negara (BUMN) 1.477.832 orang, PPU Non Penyelenggara Negara (Swasta) 45.070.720 orang, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) 32.291.380 orang, Bukan Pekerja (BP) Penyelenggara Negara 4.865.060 orang, BP Non Penyelenggara Negara 550.477 orang, dan penduduk yang didaftarkan Pemerintah Daerah 60.068.720 orang.

Semua Dilayani Secara Profesional: Mudah, Cepat, dan Setara

Lamunan itu buyar seketika, begitu apoteker RSUD Ki Ageng Selo Wirosari memanggil namaku.

Dengan ramah, wanita berhijab itu menjelaskan empat macam obat yang harus aku habiskan, sebelum operasi yang dijadwalkan dokter bedah, dr. Aulia Agung Sanubari, Sp.B., Sabtu, 11 Juli 2026.

BACA JUGA:Proses Reaktivasi BPJS Lama, Dinkes Kota Semarang Siapkan Rp121 Miliar untuk UHC 2026.

BACA JUGA:Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Ya, aku harus menjalani operasi kedua kalinya, karena fistulaku kambuh lagi.

"Enggak apa-apa operasi. BPJS-nya bisa bermanfaat lagi. Setelah itu, jaga kesehatan untuk diri sendiri, juga anak dan istri. Ingat, umur sudah 39 tahun. Tubuh itu amanah dari Allah yang harus dijaga. Semangat ya!" pesan istriku dari ujung telepon, sebelum aku kembali ke poli bedah untuk mengambil surat rencana inap pascaoperasi.


RAWAT INAP - Saat menjalani rawat inap pascaoperasi fistula ani di Ruang Edelweis 7 RSUD Ki Ageng Selo Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

Sejauh pengalamanku sebagai peserta program JKN, aku bersyukur belum pernah mengalami diskriminasi, baik di puskesmas, klinik maupun rumah sakit.

Sejak di Puskesmas Wirosari 1 hingga RSUD Ki Ageng Selo, aku dilayani petugas secara profesional. Tidak ada tebang pilih. Tidak pula dibeda-bedakan dengan pasien umum. Layanan mudah, cepat, dan setara sebagaimana tagline BPJS Kesehatan.

BACA JUGA:GoTo Tanggung Iuran BPJS untuk Mitra Driver, Dimulai dari 10.000 Driver Surabaya

BACA JUGA:Diabetes dan Hipertensi Ancam Usia Produktif, BPJS Kesehatan Hadirkan Prolanis Muda

Di ruang poli bedah, dr. Aulia pun menerangkan tentang fistula ani secara gamblang kepadaku. Sesekali, ia juga menunjukkan sejumlah gambar di layar komputer, agar aku lebih mudah memahami penjelasannya yang cukup mendetail.

"Setelah operasi, semoga bisa sembuh, tidak kambuh lagi sehingga tidak perlu saya rujuk ke digestif," tuturnya mendoakan, Senin (13 Juli 2026).

Menurut data Epidemiologi, penderita fistula ani di dunia mencapai sekira 8,6 kasus per 100.000 populasi. Prevalensi fistula ani yang berkembang dari abses perianal di seluruh populasi dunia berkisar antara 26 - 38%. 

Kategori :