Oase bagi Mereka yang Membutuhkan Layanan Kesehatan Gratis itu Bernama Program JKN

Oase bagi Mereka yang Membutuhkan Layanan Kesehatan Gratis itu Bernama Program JKN

MELAYANI SEPENUH HATI - dr. Aulia Agung Sanubari Sp.B. menjelaskan tentang fistula ani secara mendetail di ruangan poli bedah RSUD Ki Ageng Selo Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - Kala mentari mulai meninggi, Rabu, 8 Juli 2026, aku masih duduk termenung sambil menanti panggilan di ruang tunggu apotik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ki Ageng Selo Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng).

Pikiranku menerawang jauh kejadian beberapa tahun silam, antara lain operasi sesar istriku saat melahirkan putri pertama (Februari 2017), kedua (September 2018), dan ketiga (Juli 2024).

Sejak pagi hingga tengah siang, istriku sudah berjuang keras untuk melahirkan anak pertama secara normal. Wajahnya tampak pucat kelelahan. Dalam hatiku berkecamuk sejuta cemas, karena khawatir istriku berhenti bernafas.

Bidan klinik pun bergegas merujuknya ke rumah sakit terdekat, karena kondisinya sudah darurat. Alhamdulillah, istri dan buah hatiku selamat. Namun, air mataku selalu berlinang setiap mengenang perjuangannya pada waktu itu.

BACA JUGA:58.010 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan, Dinsos Grobogan Gandeng BPJS Kesehatan Lakukan Percepatan Reaktivasi

BACA JUGA:Kudus Diganjar UHC Award Madya, Warga Kudus Terlayani BPJS Kesehatan 99,4 Persen


OPERASI SESAR - Proses persalinan melalui operasi sesar saat istriku melahirkan putri ketiga di RS Permata Bunda Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

Aku juga teringat, saat putri keduaku masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan harus rawat inap di RSU Haji Surabaya (2019) serta RSUD Sidoarjo (2023), karena Demam Berdarah Duenge (DBD) disertai kejang-kejang.

Terbayang pula operasi fistula ani yang aku jalani pertama kali di RSUD Kota Bogor pada tahun 2018.

Dari sejumlah peristiwa yang membuatku gelisah hingga tangis pecah tersebut, ada ketenangan dalam batinku. Seluruh pembiayaannya ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Aku beserta keluarga merupakan peserta program JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

"Alhamdulillah, kalau enggak ada BPJS Kesehatan sudah habis puluhan juta. Utangku mungkin banyak sekali. Program JKN benar-benar menjadi oase bagi mereka yang membutuhkan layanan kesehatan gratis seperti diriku, juga jutaan rakyat Indonesia," gumamku dalam hati.

BACA JUGA:Pasien Korban Banjir Tak Miliki BPJS Bebas Biaya Perawatan di RSUD Kudus

BACA JUGA:Proses Reaktivasi BPJS Lama, Dinkes Kota Semarang Siapkan Rp121 Miliar untuk UHC 2026.


PESERTA JKN - Infografis terkait data jumlah peserta program JKN di Indonesia sampai dengan 30 April 2026. (Artificial Intelligence/Achmad Fazeri)--

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait