Dishub berharap para orang tua dapat menyesuaikan waktu penjemputan sehingga tidak datang terlalu awal dan menunggu di depan gerbang sekolah.
"Kalau belum waktunya pulang, sebaiknya menunggu di lokasi yang tidak mengganggu arus kendaraan. Dengan begitu lalu lintas tetap lancar dan semua pengguna jalan merasa nyaman," jelasnya.
Selain melakukan pengaturan di lapangan, Dishub juga kembali mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum sebagai alternatif perjalanan ke sekolah. Penggunaan angkutan umum dinilai mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi pada jam-jam sibuk.
Haryono menambahkan penataan akan terus dilakukan selama masa awal masuk sekolah, terutama di titik-titik yang selama ini menjadi langganan kemacetan.
"Kami berharap masyarakat ikut berperan menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib. Dengan kerja sama semua pihak, kemacetan di sekitar sekolah dapat diminimalkan," pungkasnya.