Tiga Bulan Tersendat, Beasiswa Garuda Dipastikan Cair Minggu Depan

Selasa 07-07-2026,23:00 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Wawan Setiawan

PATI, diswayjateng.id – Keresahan puluhan orang tua mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Pati akhirnya terjawab. Setelah sempat telantar tanpa kabar selama tiga bulan, program Beasiswa Garuda dipastikan bakal segera cair dalam waktu dekat.

 

Kepastian ini didapat setelah puluhan orang tua mahasiswa menggeruduk kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati. Mereka datang untuk mempertanyakan nasib keberlanjutan beasiswa yang menjadi tumpuan kuliah anak-anak mereka.

 

 

Sebagai informasi, program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu ini merupakan inisiatif Sudewo saat menjabat sebagai Bupati Pati. Saat ini, program tersebut menyasar 183 mahasiswa dengan nominal bantuan biaya hidup berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta per bulan untuk tiap anak.


Para mahasiswa Pati penerima beasiswa Garuda resah akibat tak kunjung cair. --

Kedatangan para orang tua ini disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Di hadapan warga, Chandra menggaransi bahwa Pemerintah Kebaubaten (Pemkab) Pati tetap berkomitmen menanggung biaya kuliah para penerima manfaat hingga lulus.

 

"Rencana minggu depan sudah kami laksanakan penyaluran untuk tiga bulan yang kemarin tertunda. Sedangkan untuk tiga bulan ke depan, hak-hak anak penerima beasiswa juga akan langsung kami kirimkan," ujar Chandra.

 

Chandra membeberkan, mandeknya pencairan ini terjadi karena pembiayaan program tersebut masih mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari perusahaan mitra. Dana dari sejumlah perusahaan, Baznas, Bank Jateng, PDAM, hingga bank daerah tersebut baru rampung terkumpul pada akhir Juni hingga awal Juli ini.

 

Total anggaran yang disiapkan untuk mengkaver 183 mahasiswa ini mencapai Rp 582 juta. Chandra pun meminta para orang tua tidak perlu cemas mengenai keberlanjutan program ini ke depan.

 

"Sampai tiga tahun ke depan, kami jamin hak-hak mereka akan didapatkan secara semestinya, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah strategi kami dalam pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan," tegasnya.

 

Meski begitu, Chandra mengakui bahwa pola pendanaan seperti saat ini memiliki kelemahan karena tidak ada kepastian waktu cair dari pihak swasta. Menyadari hal itu, Pemkab Pati tengah merancang solusi jangka panjang agar program ini tidak lagi tersendat.

 

"Kami tidak ingin terus-menerus bergantung pada CSR. Ke depan, kami sedang menyiapkan dasar hukum (regulasi) agar pembiayaan Beasiswa Garuda ini bisa didukung oleh APBD, sehingga keberlanjutannya jauh lebih terjamin," jelas Chandra.

 

Penjelasan tersebut langsung disambut lega oleh para orang tua. Tim pendamping orang tua mahasiswa, Dedi Gunawan, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Pati yang mau membuka ruang audiensi.

 

Kendati demikian, ia menyentil ketidakkonsistenan sejumlah perusahaan mitra dalam menyalurkan komitmen dananya, yang sempat memicu kegaduhan.

 

"Tentu kepastian ini membuat 183 mahasiswa bisa bernapas lega dan kembali fokus kuliah. Kami berharap ke depan manajemen waktunya bisa diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang," tandas Dedi.

 

Kategori :