HUT disway jateng

Ogah Larut Polemik, Plt Bupati Pati Pilih Fokus Mbangun Daerah

 Ogah Larut Polemik, Plt Bupati Pati Pilih Fokus Mbangun Daerah

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra--

PATI, diswayjateng.id – Dinamika politik di Bumi Mina Tani menghangat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memilih mencueki berbagai tudingan miring yang dilontarkan Bupati Pati nonaktif, Sudewo.

 

Pria yang kini berstatus terdakwa dalam dua kasus korupsi itu sebelumnya melempar bola panas dan mengaku telah difitnah oleh wakilnya tersebut.

 

Alih-alih reaktif, Chandra—sapaan akrab Risma Ardhi Chandra—memilih tetap berkepala dingin. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan dan memastikan program pembangunan di Kabupaten Pati tetap melaju tanpa gangguan.

 

 

"Pokoknya kita fokus kerja saja yang baik. Bangun jalan, bangun Kabupaten Pati, biar rakyatnya makmur dan sejahtera," ujar Chandra diplomatis saat ditemui awak media di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (7/7).

 

BACA JUGA:Taruhan Puluhan Juta, Balap Liar JLS Pati Dibubarkan Polisi

BACA JUGA:Kades Tlogosari Buron, Kejari Pati Terus Memburu meski Terbentur Anggaran

 

Sikap cuek Chandra ini merespons "nyanyian" Sudewo usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/5) lalu. Di hadapan media, Sudewo meluapkan keluh kesahnya. Ia menuding Chandra kerap mengadu kepada mantan Presiden Joko Widodo dengan narasi bahwa dirinya "diparkir" alias tidak diberi peran strategis selama menjabat sebagai wakil bupati.

 

 

"Plt Bupati (Chandra) itu selalu fitnah saya. Dia bahkan pernah menghadap Pak Jokowi, mengatakan bahwa tidak saya beri peran dan selalu saya tinggal," tuding Sudewo dengan nada tinggi.

 

BACA JUGA:Fun Run 5K SPSS Indonesia Kampanyekan Sport Tourism Bumi Mina Tani

BACA JUGA:494 Mahasiswa Kurang Mampu di Rembang Akhirnya Bisa Sarjana Berkat Program Beasiswa

 

Sudewo mengklaim dirinya selalu melibatkan Chandra dalam berbagai rapat dinas penting. Namun, ia menyebut sang wakil lebih banyak bungkam. Sudewo bahkan melempar tuduhan serius bahwa Chandra memiliki agenda terselubung untuk menggoyang kursinya sejak lama. "Yang saya tahu, fokus berpikirnya hanya bagaimana menjatuhkan saya. Nanti ada bukti-bukti kuat soal itu," sesumbar Sudewo.

 

Tak tanggung-tanggung, Sudewo juga mengungkit kembali memori pilkada. Ia menyebut Chandra berutang budi karena dipinang sebagai cawabup secara mendadak menjelang pendaftaran di KPU, tanpa dibebani mahar finansial maupun tuntutan dukungan politik.

 

Rentetan peluru peryataan dari Sudewo itu rupanya mental. Saat dikonfirmasi wartawan usai menghadiri agenda penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan dari Kejaksaan Negeri Pati, Chandra enggan memberikan panggung untuk berpolemik.

 

Bagi Chandra, kesejahteraan warga Pati jauh lebih penting ketimbang meladeni drama politik. Urusan infrastruktur dinilainya menjadi prioritas yang mendesak untuk diselesaikan.

 

"Terkait pembangunan, saya terus berkoordinasi dengan DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)," tambah Chandra singkat, lalu menyudahi wawancara.

 

Sebagai informasi, Chandra resmi naik takhta sebagai Plt Bupati Pati untuk menakhodai jalannya pemerintahan setelah Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan keterlibatan dalam dua kasus rasiuah sekaligus. Ditengarai, ketegangan hubungan kedua pemimpin ini bakal terus menjadi sorotan publik seiring bergulirnya proses persidangan.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait