HUT disway jateng

BPBD Kabupaten Tegal Rapatkan Barisan Antisipasi Musim Kemarau

BPBD Kabupaten Tegal Rapatkan Barisan Antisipasi Musim Kemarau

SATUKAN PERSEPSI – Gelaran rakor antisipasi musim kemarau dan kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Tegal. -Hermas Purwadi/Radar Slawi-

SLAWI, diswayjateng.id – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui BPBD menggelar rapat koordinasi kesiapan menghadapi musim kemarau. Pertemuan strategis ini difokuskan pada pemetaan langkah mitigasi kekeringan, krisis air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan.  

Kalak BPBD Kabupaten Tegal, Untung Subagyo, didampingi Sekretaris M. Afifudin, menyebut rakor ini merupakan tindak lanjut kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Tegal.

“Bahasan lebih pada upaya mitigasi krisis air bersih, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kaji cepat bencana, serta optimalisasi distribusi pasokan air bekerja sama dengan instansi terkait,” ujarnya, Rabu (8/7).  

BACA JUGA:Kemarau Datang, BPBD Kota Semarang Siagakan 900 Ribu Liter Air Bersih

Dalam rakor tersebut dibahas pedoman teknis yang mencakup pemetaan wilayah rawan kekeringan dan krisis air bersih, serta kesiapan armada mobil tangki untuk distribusi ke wilayah terdampak.

Peta rawan kebakaran hutan diidentifikasi pada kawasan tumpangsari dengan tanaman semusim, terutama komoditas jati yang berdekatan dengan permukiman atau jalur akses masyarakat, termasuk kawasan puncak Gunung Slamet. Sementara itu, lahan kosong terbuka dengan tumbuhan liar atau ilalang menjadi titik rawan kebakaran lahan.  

BACA JUGA:Terlihat Dangkal, Ternyata Mematikan! BPBD Batang Ingatkan Bahaya Bendungan Kramat

Untuk krisis air bersih, wilayah Suradadi dan Warureja masuk dalam Zona II, di mana ketersediaan air sangat bergantung pada sungai sekitar dengan kedalaman kurang dari 150 meter.  

Kesiapan menghadapi bencana kemarau dan kebakaran hutan akan melibatkan lintas sektor, mulai dari Perum Perhutani, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD, Satpol PP, Forum Relawan, PMI, Dinsos, Baznas, Dinas Kesehatan, Forum Pengurangan Risiko Bencana, hingga pemerintah desa.  

BACA JUGA:Hari Keempat Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Asemdoyong Pemalang Nihil, BPBD: Laut yang Disisir San

Untung menegaskan, rakor ini digelar untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. “Melalui forum ini, seluruh pihak menyamakan persepsi, memperkuat kesiapsiagaan, serta menyusun langkah strategis guna meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Tegal,” pungkasnya.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: