Sementara itu, penghuni kos lainnya, Siti Rahma (23), mengaku sempat menolak menjawab beberapa pertanyaan sebelum petugas memberikan penjelasan mengenai tujuan sensus.
"Awalnya saya takut datanya disalahgunakan. Setelah dijelaskan bahwa data digunakan untuk kepentingan statistik nasional dan bukan untuk penarikan pajak, akhirnya saya bersedia menjawab," katanya.
Di media sosial, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga ramai menjadi perbincangan. Banyak warganet mempertanyakan alasan pengumpulan data yang dinilai sangat rinci, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya jaminan keamanan data pribadi di tengah maraknya kasus kebocoran informasi digital.
Sejumlah warga berharap pemerintah dan petugas sensus dapat terus meningkatkan sosialisasi mengenai tujuan pendataan, mekanisme perlindungan data, serta manfaat sensus bagi masyarakat. Dengan penjelasan yang lebih terbuka, mereka menilai kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat semakin meningkat.