TEGAL, diswayjateng.com - Sebanyak 40 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Tegal mengikuti Workshop Managerial dan Leadership Tahun 2026 yang digelar di Premiere Hotel, Kota Tegal, Senin-Selasa (11–12/5). Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah serta menghadirkan narasumber dari SMP Negeri 1 Salatiga.
Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam bidang manajerial dan kepemimpinan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.
Kepala Bidang PPTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Listiana Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah yang efektif, pengambilan keputusan yang tepat, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan inovatif.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kepala sekolah mampu meningkatkan kemampuan manajemen sekolah, memperkuat kepemimpinan, mengambil keputusan secara efektif, serta mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era digital,” ujarnya.
Adapun output yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain meningkatnya kompetensi manajerial kepala sekolah, terwujudnya kepemimpinan sekolah yang efektif dan inovatif, meningkatnya kualitas tata kelola sekolah, terbangunnya budaya kerja yang profesional dan kolaboratif, serta terciptanya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, menegaskan bahwa peran kepala sekolah saat ini tidak lagi hanya sebagai administrator pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kepala sekolah dituntut mampu menghadirkan manajemen yang efektif, membangun budaya kerja yang positif, serta menjadi teladan dalam kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kompetensi manajerial menjadi pondasi dalam mengelola seluruh sumber daya sekolah secara efektif dan efisien. Sementara kompetensi leadership menjadi faktor penting dalam membangun budaya sekolah yang positif, inspiratif, dan produktif,” kata Dewi.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Kepala sekolah, lanjutnya, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadikannya bagian dari kemajuan sekolah.
Dewi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan workshop tersebut sebagai ruang untuk menambah wawasan, berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun kolaborasi antar sekolah. Hasil dari pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, namun benar-benar diimplementasikan di sekolah masing-masing demi peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Pada kesempatan itu, Dewi Umaroh juga menyampaikan apresiasi kepada Tengku Rayhan Makarim atas dukungan anggaran pokok pikiran (pokir) yang diberikan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di Kota Tegal.