30 Lansia di Debong Kulon Tegal Dilatih dan Edukasi Senam Kegel

30 Lansia di Debong Kulon Tegal Dilatih dan Edukasi Senam Kegel

DILATIH-Sebanyak 30 lansia yang terdiri dari kader kesehatan dan warga lanjut usia dilatih senam Kegel dan edukasi kesehatan urologi bagi lansia di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Selasa (28/4). --

TEGAL, diswayjateng.com - Sebanyak 30 lansia yang terdiri dari kader kesehatan Puskesmas Tegal Selatan dan warga lanjut usia dilatih senam Kegel dan edukasi kesehatan urologi bagi lansia di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Selasa (28/4). Kegiatan itu mengusung tema “Pelatihan senam Kegel dan edukasi Kesehatan Urologi untuk Mencegah Inkontinensia Urine pada lansia”.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok lanjut usia di Kota Tegal.

Sejak kegiatan dimulai, puluhan lansia tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung senam Kegel. Gerakan demi gerakan diperagakan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait inkontinensia urine, yakni kondisi ketidakmampuan menahan buang air kecil yang cukup banyak dialami kelompok usia lanjut. Kondisi tersebut kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan, padahal dapat dicegah maupun dikendalikan melalui edukasi dan latihan yang tepat.

Tim pengabdian dipimpin oleh Cuciati bersama Sri Hidayati dan Ahmad Baequny. Kegiatan juga menghadirkan narasumber medis, dr. Shafira Maharani yang memberikan edukasi mengenai kesehatan saluran kemih pada usia lanjut.

Dalam paparannya, dr. Shafira menegaskan bahwa inkontinensia urine bukan kondisi yang harus diterima begitu saja oleh lansia.

“Dengan edukasi yang tepat dan latihan yang rutin, kondisi ini dapat dicegah bahkan dikendalikan. Lansia tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan percaya diri,” jelasnya.

Pada sesi praktik, peserta diajarkan teknik senam Kegel yang berfokus pada penguatan otot dasar panggul. Latihan ini dinilai efektif membantu mengontrol fungsi kandung kemih serta dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan alat bantu khusus.

Ketua Tim Pengabdian, Cuciati, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat pada lansia.

“Kami ingin para lansia tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan urologi, tetapi juga mampu mempraktikkan senam Kegel secara rutin dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Hidayati menambahkan bahwa konsistensi menjadi faktor utama keberhasilan latihan.

“Senam Kegel akan memberikan manfaat optimal apabila dilakukan secara rutin dan benar,” katanya.

Hal senada disampaikan Ahmad Baequny yang menekankan pentingnya dukungan keluarga dan kader kesehatan dalam mendampingi lansia.

“Peran keluarga dan kader sangat penting untuk memotivasi lansia agar tetap disiplin menjalankan latihan,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait