Hari Jadi ke-446 Kota Tegal, DPRD Gelar Rapat Paripurna

Hari Jadi ke-446 Kota Tegal, DPRD Gelar Rapat Paripurna

RAPAT PARIPURNA - DPRD Kota Tegal menyelenggarakan Rapat Paripurna Hari Jadi ke-446 Kota Tegal di Ruang Rapat Paripurna, Sabtu (11/4). Rapat dipimpin Ketua DPRD Kusnendro bersama kedua wakilnya, Wasmad Edi Susilo dan Amiruddin.--

TEGAL, diswayjateng.com - Alunan gamelan mengiringi langkah Pimpinan DPRD Kota Tegal dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat memasuki Ruang Rapat Paripurna. Pagi itu, Sabtu (11/4), DPRD menyelenggarakan acara sakral: Rapat Paripurna Hari Jadi ke-446 Kota Tegal. Sentuhan budaya kian terasa melalui penampilan Tari Topeng Endel yang dibawakan siswa dari sejumlah sekolah sebagai pembuka.

Setelah Lagu Indonesia Raya dan Mars Kota Tegal berkumandang di ruangan, Rapat Paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kusnendro yang didampingi kedua wakilnya, Wasmad Edi Susilo dan Amiruddin.

Di depan ratusan tamu undangan yang hadir, termasuk para mantan Wali Kota dan mantan Wakil Wali Kota, Kusnendro memimpin rapat dengan menggunakan Bahasa Tegal yang kental.

Ketua DPRD mengawali sambutannya dengan memberi ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Tegal, disertai permohonan maaf lahir dan batin.

Momentum Idul Fitri dimaknai sebagai kesempatan membersihkan hati, memperbaiki diri, serta mempererat tali persaudaraan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Tegal ke depan.

Peringatan Hari Jadi ke-446 Kota Tegal menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Tegal yang telah mencapai lebih dari empat abad.

“Selain itu, momentum ini juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan niat, komitmen, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan peran masing-masing secara amanah dan istiqamah,” kata Kusnendro.

Sejarah Kota Tegal turut disampaikan sebagai refleksi perjalanan pembangunan. Berawal dari wilayah yang dikenal dengan nama Teteguall pada abad ke-16, hingga penobatan Ki Gede Sebayu pada 12 April 1580 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Tegal.

Sejak masa itu, Tegal berkembang sebagai daerah pertanian yang subur, sekaligus menjadi kota pelabuhan yang memiliki peran penting dalam jalur perdagangan.

Tidak hanya dikenal sebagai kota dengan kekuatan di sektor pertanian, Kota Tegal memiliki peran historis dalam perjuangan bangsa, termasuk sebagai cikal bakal berdirinya Korps Marinir.

“Nilai-nilai sejarah tersebut menjadi pengingat pentingnya untuk menghargai perjuangan para pendahulu sebagai landasan dalam melanjutkan pembangunan,” ucap Kusnendro, sembari mengingatkan pesan Bung Karno, “jangan sekali-kali melupakan sejarah.”

Seiring perkembangan zaman, Kota Tegal terus mengalami kemajuan yang signifikan di berbagai sektor. Pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi dan perdagangan menunjukkan hasil yang positif.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Tegal mulai mengembangkan potensi industri dan perdagangan berbasis teknologi, seiring dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait